menulis tangan

 

Saya tegas melarang peserta kelas menulis saya untuk mengetik dengan gawai. Mereka harus menulis tangan tugas menyalin cerita dari penulis idolanya. Bisa jadi mereka bilang saya kuno. Biarlah, itu karena mereka belum tahu mengapa saya ngeyel harus mengerjakan tugas dengan menulis tangan.

Ada dua hal yang membuat saya bersikeras mereka harus mengerjakan tugas dengan menulis tangan. Pertama, menulis dengan tangan membuat materi yang ditulis lebih melekat ke otak ketimbang dengan mengetik di gawai. Kedua, menulis dengan tangan membuat kita menguasai cara menulis seperti penulis idola kita.

Hal seperti itulah yang memaksa saya tegas. Peserta kelas menulis harus menyalin cerita dari penulis idolanya di atas kertas. Perihal meniru ini silakan melihat artikel saya sebelumnya. Mari kita simak, apa lagi dua alasan tersebut.

 

1. Menulis tangan bikin materi lebih melekat di ingatan

menulis-tangan-1Ada beberapa ahli yang bilang, menulis dengan tangan akan membuat apa yang ditulis melekat lebih lama di ingatan. Dengan alasannya ini beberapa universitas di Australia meminta mahasiswanya untuk menyimpan laptopnya. Mereka diminta mencatat kuliah dosennya dengan menulis tangan di notebook.

Mengapa apa yang ditulis tangan lebih melekat di otak? Menurut Dr Helen Macpherson , menulis itu tidak sama dengan mengetik., “Menulis merupakan kerja sama antara bahasa dan sistem gerak (motorik-pen),” ujar Helen Macpherson seperti yang disampaikan kepada Huntintongpost. Macpherson adalah peneliti dari the Institute for Physical Activity and Nutrition (IPAN) pada Universitas Deakin Australia

Sejatinya bukan cuma itu. Menulis dengan tangan itu juga melibatkan sensorik. Keterampilan motorik halus dan sensorik membuat menulis  di atas kertas mengaktifkan otak. Dengan begitu, apa yang ditulis dengan tangan akan lebih lama melekat dalam ingatan.

Adapun kalau kita mengetik, yang terlibat hanya motorik dan bahasa. Hanya keterampilan mengetik dan bahasa. Dalam mengetik dengan gawai, orang hanya mengetik huruf, yang tentu saja tidak mempunyai makna. Adapun menulis tangan, orang mengetik kata. Artinya, orang sekaligus memahami maknanya.

Saya juga berkeyakinan, menulis tangan akan membuat orang lebih paham dengan apa yang ditulisnya. Dalam mengajar menulis, terutama pada tahap awal, saya selalu menganjurkan menulis tangan daripada mengetik dengan gawai.

Bahkan, menulis tangan juga memiliki manfaat untuk yang membacanya. Peneliti di Norwegian Center for Learning Environment and Behavioural Research in Education yang menemukan itu. Peneliti mengungkapkan bahwa membaca teks tulisan tangan mengaktifkan berbagai bagian otak daripada membaca teks yang diketik.

Nah, jadi kenapa kita tidak menulis tangan untuk sesuatu yang memang tidak harus diketik dengan gawai. Itu jika ingin menarik manfaat dari menulis tangan.

 

2. Menulis tangan memperbaiki kualitas tulisan

menulis-tangan-2Adalah Joe Vitale dalam buku Hypnotic Writing menyebutkan beberapa manfaat tulisan tangan. Menurut Vitale, jika ingin mendapatkan tulisan sebagus tulisan maestro salinlah tulisannya itu dengan tulisan tangan.

Dengan menulis tangan kita jadi bisa merasakan bagaimana ketika penulis idola kita melakukan pekerjaannya. Bagaimana dia membuat kalimat? Misalnya berapa kata panjang kalimat. Kita juga bisa merasakan kelezatan pilihan kata sang idola.

Tentunya ini bermanfaat untuk para pembelajar menulis yang merasa tidak bisa membuat kalimat. Salinlah dengan tulisan tangan, tulisan idola atau tulisan yang dianggap baik. Dengan begitu, kita jadi bisa memiliki style yang sama dengan penulis tersebut dalam menulis.

Mengapa bisa seperti itu? Seperti saya sampaikan di atas, menulis tangan merangsang otak untuk menyimpan lebih lama apa yang kita tulis. Nah, jika apa yang tersimpan di otak diulang terus-menerus, tentu saja akan membuat kita makin terampil. Kita akan memiliki style yang hampir sama dengan penulis idola kita.

Itu artinya kita meniru, ya, tidak apa-apa. Pada akhirnya kita akan menemukan style kita sendiri. Tidak usah khawatir. Yang perlu dikhawatirkan adalah jika kita baru melakukan latihan sekali, lalu tidak melakukan apa-apa lagi. Sia-sia semua yang dipelajari.

Menulis adalah keterampilan, tidak ada hubungannya dengan bakat. Semakin sering berlatih, semakin mahir. Salah satu latihan yang bagus untuk memperbaiki kemampuan menulis kita adalah menulis tangan. Salam.

Baca juga:

Inilah 2 Alasan Menulis Tangan Bisa Memperbaiki Kualitas Tulisan
Tagged on:     

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.