5 nasihat hemingway
Beruntung sekali Arnold Samuelson, pemuda 22 tahun bisa bepergian bareng Ernest Hemingway dari Florida ke Miami. Selama dalam perjalanan itu Hemingway banyak memberi nasihat kepada Samuelson perihal menulis.

Samuelson adalah pemuda yang amat berminat pada dunia tulis-menulis. Dia ingin memperbaiki caranya menulis dan dia merasa membutuhkan mentor untuk itu. Orang yang tepat untuk menjadi mentor adalah penulis idolanya, Ernest Hemingway. Karena itu, Samuelson nekat menempuh perjalanan dari Minnesota ke Florida. Kebetulan saat itu Hemingway akan ke Miami dan meminta Samuelson menjadi kru bagi perahu besarnya.

Beruntung sekali Samuelson, dia bukan hanya satu kapal dengan penulis idolanya. Namun, sepanjang perjalanan itu dia juga mendapat nasihat untuk mempperbaiki cara dia menulis.

Beberapa nasihat Ernest Hemingway ke Samuelson terbit dalam sebuah artikel dalam majalah Esquire. inilah 5 nasihat Hemingway untuk memperbaiki penulisan kita:

1 Berhentilah ketika merasa lebih baik

Samuelson ingin memastikan berapa lama dia harus meluangkan waktu untuk menulis. Karena itu, dia melontarkan tanya, “Berapa banyak yang harus Anda tulis dalam sehari?”

Alih-alih memberikan Samuelson berapa banyak kata yang diperlukan untuk tujuan atau beberapa jam yang diperlukan, Hemingway malah menjawab,

“Cara terbaik adalah selalu berhenti ketika Anda akan menjadi baik dan ketika Anda tahu apa yang akan terjadi selanjutnya. Jika Anda melakukannya setiap hari saat menulis novel, Anda tidak akan pernah mandek. Itu hal paling berharga yang bisa saya sampaikan kepada Anda, jadi cobalah untuk mengingatnya.”

Penjelasannya begini. Ketika kita menulis dengan ide yang amat besar, jangan semua dituangkan, agar ketika kita akan melanjutkan menulis lagi tidak menghadapi kertas kosong karena semua ide kita telah habis.

2. Blokir pikiran negatif

Samuelson rupanya ragu apakah dia bisa menyelesaikan proyek penulisan novelnya. Hemingway membahas bagaimana agar penulis itu dapat menghalau rasa khawatir itu. Inilah yang Hemingway katakan kepada Samuelson:

“Sekali masuk ke novel jangan khawatir apakah Anda bisa melanjutkan ke hari berikutnya….. Begitu Anda mulai berpikir untuk menghentikannya. Pikirkan hal lain. Bagian tersulit dari sebuah novel adalah menyelesaikannya.”

Hemingway amat mempercayai bahwa menulis novel membutuhkan keberanian. Akan ada hari-hari di mana sepertinya Anda tidak bisa melanjutkan. Mungkin mengalami masalah dengan plot atau tidak tahu bagaimana menulis adegan tertentu, atau merasa seperti kehabisan ide.

Menulis novel itu sulit. Tapi Anda sudah memasuki pertempuran, dan harus memenangkannya. Begitu yang disampaikan penulis pemenang Nobel sastra itu dalam rangkaian 5 nasihat untuk penulis muda itu.

3. Belajar dari yang hebat

Hemingway memberi Samuelson daftar panjang buku untuk dibaca (semua novel klasik), seperti “The Blue Hotel” karya Stephen Crane, “The Open Boat” karya Stephen Crane,“Madame Bovary” karya Gustave Flaubert,“Dubliners” karya James Joyce, “The Red and the Black” karya Stendhal, “Of Human Bondage” karya Somerset Maugham, “Anna Karenina” karya Leo Tolstoy, “War and Peace karya Leo Tolstoy
“Buddenbrooks” karya Thomas Mann, “Hail and Farewell” karya George Moore.

Dia kemudian memberi tahu Samuelson: “[Seorang penulis] harus membaca semuanya sehingga dia tahu apa yang harus dia kalahkan …”

4. Pertajam keterampilan observasi

Ini merupakan nasihat keempat dari 5 nasihat Hemingway. Pernah mendengar pepatah lama “tampilkan, jangan katakan”. Tapi acap sulit untuk menerapkan saran ini pada tulisan kita. Hemingway memberi Samuelson latihan ini untuk mengasah keterampilan deskriptifnya,

“Lihatlah apa yang terjadi hari ini. Jika kita memasukkan ikan lihatlah bagaimana reaksi orang-orang itu. Jika Anda menendang keluar dan ikan melompat ingat kembali sampai melihat persis apa tindakan yang memberi Anda emosi itu.
… Kemudian tuliskan agar jelas sehingga pembaca akan melihatnya juga dan memiliki perasaan yang sama dengan yang Anda miliki.”

Latihan Hemingway memaksa Anda untuk menghindari generalisasi yang tidak jelas dalam tulisan Anda. Jangan hanya memberi tahu kami bahwa menangkap ikan itu mengasyikkan. Lebih spesifik. Tunjukkan kami alasannya. Mendongeng deskriptif menarik pembaca Anda ke dalam cerita dan memungkinkan mereka untuk terhubung dengan tulisan Anda pada tingkat yang lebih intim.

Misalnya, pengalaman Hemingway sebagai nelayan laut adalah inspirasi bagi “The Old Man dan The Sea”. Dengan menggunakan deskripsi yang jelas, Hemingway membawa kita ke kapal Santiago. Dia membuat kita merasakan semprotan garam, matahari di wajah Santiago, dan kekuatan Santiago dan kemudian kelelahan ketika dia mati-matian berusaha untuk berputar dalam marlin. Setelah membaca buku itu, kita tahu lebih banyak tentang apa artinya menjadi seorang nelayan.

Menulis dengan lebih deskriptif dapat dipelajari. Hemingway memberi tahu Samuelson, “Ada seribu cara untuk berlatih.” Misalnya, pergi ke sebuah ruangan dan cobalah untuk menggambarkannya. Amati orang yang masuk dan keluar dari mobil.

Hemingway memberi tahu Samuelson untuk memberi perhatian khusus pada detail-detail kecil dan bagaimana perasaannya. Hal-hal inilah yang dapat membuat semua tulisan Anda berbeda.

5. Berlatih empati

Empati adalah kemampuan untuk memahami dan peka terhadap perasaan orang lain, untuk dapat melihat dunia melalui mata orang lain. Hemingway, menurut catatan Nicole Bianchi dari goinswriter.com, memberi tahu Samuelson bahwa sangat penting bagi seorang penulis untuk mengembangkan rasa empati,

Kemudian masuk kepala orang lain untuk perubahan. Jika saya berteriak Anda mencoba mencari tahu apa yang saya pikirkan serta bagaimana perasaan Anda tentang hal itu. Berlatih empati memaksa Anda untuk mempertimbangkan motivasi orang lain.

Jika Anda menulis fiksi, ada baiknya Anda membuat karakter yang berkembang dengan baik. Dalam “The Old Man and the Sea”, Hemingway menggambarkan Santiago dengan sangat baik sehingga seperti teman lama ketika kita menyelesaikan cerita. Hemingway memungkinkan kita masuk ke dalam pikiran Santiago, melihat mimpi dan semangatnya, keberanian dan kesepiannya.

Yang terpenting, berlatih empati mendorong kita untuk berpikir tentang pembaca. Bagaimana tulisan dapat melibatkan dan menghibur pembaca? Bagaimana bisa menjalin tema universal ke dalam tulisan yang bisa mengaitkan dan menginspirasi mereka?

Akhirnya, yang terpenting dari semuanya adalah kemauan kita untuk menerapkan semua nasihat menulis penulis kawakan ini. Rasanya 5 nasihat dari Hemingway ini sudah cukup untuk membuat kita piawai menulis. Semoga.

Lihat juga:

5 Nasihat Terbaik Ernest Hemingway bagi Penulis
Tagged on:             

One thought on “5 Nasihat Terbaik Ernest Hemingway bagi Penulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.