Mark Twain
NOVEL Mark Twain menjadi tolok ukur bagaimana fiksi yang baik. Namun, kita semua memiliki peluang untuk menjadi seperti Twain. Inilah yang bisa diwariskan Twain bagi dunia kepenulisan.

Mark Twain adalah “Bapak Kesusastraan Amerika”. Itu yang disampaikan William Faulkner, novelis yang memenangkan hdiah Nobel Sastra 1949. Tentu saja Faulkner tidak asal bicara. Karya Twain menjadi tolok ukur untuk karya terbaik. lihat saja “The Innocents Abroad” (1869), “Roughing It” (1872), dan “Life on the Mississippi” (1883). Selain itu, juga untuk kisah petualangan masa kecilnya, terutama “The Adventures of Tom Sawyer” (1876) dan “Adventures of Huckleberry Finn” (1885).

Dari karya-karya gemilangnya apa yang bisa diajarkan Twain ke generasi penulis berikutnya. Setidaknya ada enam poin yang bisa pelajari dari Twain:

1 Jangan mengatakan bahwa wanita tua itu menjerit. Bawa dia dan biarkan dia menjerit

Ini mantra Twain yang diulang-ulang pada abad ke-19. Banyak penulis yang mengatakan kembali. Mungkin yang paling terkenal oleh Anton Chekhov: “Jangan bilang bulan bersinar; tunjukkan kilatan cahaya pada pecahan kaca”. Jangan bilang protagonis Anda lucu, minta dia menceritakan lelucon yang hebat.

2. Semakin Anda menjelaskannya, semakin sedikit saya memahaminya

Penjelasan yang berlebihan menghilangkan kegembiraan dari fiksi. itu sama saja dengan merampok peran pembaca . Mereka tidak diberi ruang untuk menebak apa yang akan terjadi. Twain pasti setuju, itu sama sekali tidak menyenangkan.

3. Setiap kali menulis kata sangat, editor selalu mengganti. Twain memang menghindari penggunaan kata sangat.

Kata ini melemahkan tindakan dan harus dihindari jangan sampai menjadi wabah. Lebih baik dengan mengintensifkan kata sifat yang lebih kuat. Daripada menulis “sangat tidak menyenangkan” lebih baik dibilang “menjijikan” atau kata lainnya.

4. Mengenai kata sifat: jika ragu, hentikan

Twain bilang, “Ketika Anda menangkap kata sifat, bunuh saja. Maksud saya tidak sepenuhnya sepeerti itu, tetapi bunuh sebagian besar dari mereka, sisanya akan berharga. Mereka melemah ketika mereka berdekatan. Mereka memberi kekuatan ketika mereka terpisah.”

Pesan di sini sederhana: kata sifat (dan kata keterangan dalam hal ini) dapat dengan cepat mengalahkan teks dan mengisi ruang yang harus penuh dengan cerita yang lebih aktif. Kiat ini, menurut standoutbooks.com, digemakan oleh para penulis termasuk Raymond Carver dan Stephen King. Jika terlalu mengandalkan kata sifat dan kata keterangan, itu berarti Anda memberi tahu, tidak menunjukkan. Menurut Twain, itu sebaiknya tidak dilakukan penulis.

5. Episode-episode kisah harus menjadi bagian penting dari kisah tersebut, dan akan membantu mengembangkannya

“Tokoh dalam dongeng, baik yang mati maupun yang masih hidup, harus menunjukkan alasan yang cukup untuk berada di sana,” bilang Twain.

Artinya, setiap setiap plot samping, setiap garis singgung, setiap deskripsi – semuanya harus membenarkan kehadiran tokoh kita. Ini adalah sebagian alasan mengapa perencanaan begitu penting: memberi Anda kesempatan untuk berpikir tentang apa yang harus dilakukan di setiap adegan. Apakah ini memajukan plot utama? Apakah ini mengembangkan karakter Anda?

Jadi, tidak ada karakter yang berkeliaran hanya untuk mengisi adegan yang diberikan, namun kemudian tidak pernah terdengar lagi.

6. Dapatkan fakta-fakta terlebih dahulu, setelah itu silakan mendistorsi sesukanya

Twain berusaha keras mengetahui fakta-fakta sebelum memutuskan untuk menulis. Jika belum melakukan penelitian, kita tidak dapat bergerak dengan percaya diri. Tulisan akan tampil datar dan tidak pasti.

Mungkin ada yang berpikir ini hanya saran yang ditujukan penulis fiksi sejarah. Namun, sejatinya, ini bukan tentang mengetahui sejarah atau sosiologi, melainkan tentang membangun logika internal plot. Bahkan, pengembara fiksi ilmiah pun memerlukan aturan dan hukum internal yang dipatuhi oleh buku karakter; pembaca perlu memahami apa yang bisa diharapkan terjadi dan apa yang dianggap tak terduga atau mengejutkan.

Twain pernah mengeluh memlalui Huck dalam “Adventures of Huckleberry Finn” :

Begitulah halnya dengan beberapa orang. Mereka melakukan sesuatu ketika mereka tidak tahu apa-apa tentang itu.

Pengaruh Mark Twain begitu membekas hingga kini, bukan hanya pada penulis melainkan juga pada editor. Setiap editor yang pernah berteriak “tunjukkan, jangan katakan” atau “gunakan kata kerja dan kata benda, bukan kata keterangan dan kata sifat!” berutang besar kepada Twain. Salam.

Lihat juga:

6 Keajaiban Formula Menulis Mark Twain
Tagged on:                                 

5 thoughts on “6 Keajaiban Formula Menulis Mark Twain

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.