ada penyunting
Membaca / Thought Catalog dari Pixabay

Tahu tidak penyuntinglah yang membuat Anda enak menikmati sajian sebuah buku. Ingat ya.

Kalau kita membaca buku atau koran, ingatlah bahwa ada sentuhan penyunting di sana. Itulah yang membuat kita dapat membaca tulisan yang disajikan dalam buku dan koran tersebut dengan lancar dan enak.

Kita dapat memahami semua yang disajikan dalam koran dan buku tersebut. Penyuntinglah yang merapikan bahasa dan struktur tulisan dalam kedua media itu.

Nah, kegiatan merapikan tulisan disebut menyunting. Proses menyunting naskah atau teks disebut juga penyuntingan. Lalu apa yang disebut penyuntingan itu?

Webster’s Ninth New Collegiate Dictionary menyebut penyuntingan sebagai kegiatan (a) to prepare (as literary material) for publication or public presentation; (b) to alter, adapt, or refine especially to bring conformity or to suit a particular purpose.”

Adapun Kamus Besar Bahasa Indonesia menyebut penyuntingan sebagai proses mempersiapkan naskah siap cetak atau siap untuk diterbitkan (dengan memperhatikan segi ejaan, diksi, dan struktur). Secara sederhana Harimurti Kridalaksana (1993) menyebut penyuntingan sebagai kegiatan menata sebuah tulisan.

Jadi, penyuntingan adalah kegiatan untuk merapikan atau menata tulisan agar layak terbit sesuai dengan kaidah penulisan dan bahasa serta sasaran dari tulisan tersebut.

Kegiatan penyuntingan sesungguhnya juga proses agar sebuah naskah dapat dinikmati atau dibaca dengan baik oleh pembaca. Langkah pertama yang harus dilakukan penyunting tentu saja mengenali naskah yang disuntingnya.

Melakukan penyesuaian

Pengenalan naskah sangat diperlukan agar penyunting dapat menentukan strategi penyuntingannya. Pasalnya, penyunting harus menyiapkan naskah agar dapat dinikmati oleh publik atau pembaca.

Pertama-tama, tentu saja setiap kata dan kalimat yang tersaji dapat dipahami oleh pembaca. Lalu,, struktur tulisan menjadi lebih menarik misi yang dibawa naskah jelas. Satu lagi, naskah sesuai dengan segmen atau sasaran dari tulisan tersebut.

Artinya, sebuah naskah selain harus jelas maksud dan tujuannya, juga harus sesuai dengan sasaran pembaca. Sebuah tulisan untuk dewasa tentu tidak akan cocok untuk anak-anak.

Bila tulisan dengan topik untuk orang dewasa akan disajikan untuk anak-anak tentu saja harus dilakukan penyesuaian-penyesuaian. Mulai dari diksi, ejaan, gaya bertutur, hingga ragam kalimatnya.

Jadi, bila kita membaca buku atau koran dengan lancar dan menikmati irama kalimatnya. Ingat-ingatlah ada kepiawaian penyunting di sana. Salam.

Baca juga:

Ada Penyunting di Balik Nikmatnya Membaca
Tagged on:         

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.