Seekor kucing hitam jantan dan seekor kucing abu-abu jantan besar yang wajahnya mirip harimau berkelahi kemarin malam. Tidurku terganggu, segera kusiramkan segayung air untuk mengusir mereka.

Di pagi harinya kulihat ibu duduk tanpa bicara. Matanya menatap dengan sedih sebatang pohon mawar yang patah. Itu mawar kesayangan ibu. Aku mendekat.

“Siapa yang mematahkan mawar Ibu?” kata ibu pendek sambil memandangku dengan tajam. Ibu lalu terdiam lagi .

Malam ini kudengar lagi kucing berkelahi di halaman. Keesok harinya, kulihat ibu duduk terdiam dengan wajah yang sangat sedih. Ibu seperti kehilangan sesuatu yang sangat berharga. Betapa tidak, pohon mawarnya bukan cuma patah, melainkan tercerabut hingga akarnya. Ibu memandangku dengan tajam, bahkan terasa lebih tajam dari sebelumnya.

“Ini pelakunya Bu?” kataku sambil memperlihatkan kucing hitam yang kutangkap semalam.

Ibu menatapku dengan wajah yang membuatku merasa sangat berdosa. Ibu segera pergi ke dalam tanpa memedulikan aku sambil berkata, ”Ah, itu kan hanya binatang!”

Baca juga:

Aku, Ibu, dan Seekor Kucing
Tagged on:                 

6 thoughts on “Aku, Ibu, dan Seekor Kucing

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.