Mahasiswiku di musim korona begini mengirim brownis ke rumah. Baik sekali. Tentu saja aku suka. Bukan karena kue yang dikirimnya enak, melainkan ini juga untuk memperkuat tali silaturahmi.

Lalu, dua hari kemudian datang lagi kiriman dari Jelita yang dikirim oleh bapak tua pengojek online yang sama dengan sebelumnya. Kali ini hanya selembar kartu ucapan, yang isinya tidak terlalu penting. “Terimakasih Pak, sudah memberikan ilmu yang bermanfaat untuk Jelita,” katanya sebagaimana tertulis dalam kartu itu. Aku hanya tersenyum.

Oya, aku lupa memperkenalkan, nama mahasiswiku itu Jelita Ayu. Dia berhijab. Ramah. Mudah tersenyum. Yang paling penting lagi, dia pandai. Aku tahu, teman-teman pria sekelasnya banyak yang larak-lirik ke arahnya. Tidak diragukan lagi. Kalau aku menjadi teman sekelas Jelita, bisa jadi, juga akan melakukan hal yang sama.

Tiga hari setelah kiriman kedua, datang lagi kiriman kartu ucapan yang sama. Hanya isinya yang berbeda. “Apa kabar Pak? Semoga Bapak sekeluarga tetap sehat,” ujar Jelita di kartu itu.

Aku tidak enak juga dikirimi terus-menerus kartu ucapan dalam situasi darurat korona ini. Bukankah dia bisa mengalokasi duit yang digunakan untuk membayar ojek untuk sesuatu yang lebih bermanfaat. Lagi pula, ucapan di kartu itu tidak terlalu penting, hanya ucapan basa-basi untuk mengawali pembicaraan.

Karena itu, seusai kelas daring pada sore hari, aku mengirim pesan.

“Jelita, tidak usah mengirimi saya kartu ucapan terus. Bukankah duit yang untuk membayar ojek bisa dimanfaatkan untuk hal lain. Itu pemborosan,” kataku lewat aplikasi WA.

“Bukan pemborosan Pak,” kata Jelita. “Saya justru sedang membantu bapak ojek, biar dia mempunyai penghasilan.”

Aku tercenung. Jelita memang ayu hatinya. Aku tidak terpikir untuk membantu pengojek online yang kehilangan sebagian besar penghasilannya dengan cara yang dilakukan Jelita. Ah, jadi malu.

“Paket!” terdengar teriakan bapak tua pengojek online.

Baca juga:

Aku, Mahasiswiku, dan Pengojek Tua
Tagged on:                 

9 thoughts on “Aku, Mahasiswiku, dan Pengojek Tua

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.