Perkembangan teknologi komunikasi dan perkembangan masyarakat berjalan beriringan. Kemajuan masyarakat juga menyebabkan perubahan teknologi alat komunikasi, meskipun tidak menghilangkan teknologi komunikasi tradisional yang ada. Teknologi yang baru dapat berdampingan dengan teknologi yang lama. Meskipun sudah ada teknologi modern berupa pengeras suara, beduk tetap saja ditabuh untuk menandai waktu shalat.

Kita runut perkembangan teknologi komunikasi dalam perkembangan masyarakat. Perkembangan manusia menurut Comte terbagi dalam tiga tahap (Ritzer, 2011:17). Tahap teologis, tahap metafisik, dan tahap positivistik.

Pada tahap teologis, alat komunikasi semata-mata diarahkan untuk tujuan keagamaan atau yang ada hubungannya dengan aktivitas ritual lainnya. Teknologi yang digunakan amat sederhana hanya bersumberkan pada sumber daya alam semata. Manusia pada tahap pemikiran ini seperti tak berdaya menghadapi kekuatan besar. Karena itu, pada masyarakat animisme dan dinamisme mereka menyembahkan batu besar, pohon besar, gunung karena harus berlindung dari keganasan alam. Pada masyarakat seperti mereka memiliki alat komunikasi kepada sang penguasa berupa alat musik, seperti gendang. Kita juga mengenal beduk yang digunakan di masjid-masjid untuk memanggil orang untuk shalat. Beduk ini sendiri sejatinya juga digunakan di kuil-kuil Budha di Cina. Adalah Laksamana Cengho pada abab 15 yang memerintahkan beduk juga harus ada di masjid-masjid dalam ekspedisinya ke Nusantara. Mungkin juga seperti suara lonceng di gereja sebagai tanda dimulainya misa.

Pada tahap ini gamelan juga ditujukan untuk ritual-ritual tertentu, seperti memberi sesajen Nyi Roro Kidul dan sekaten. Gamelannya pun diberi nama Kanjeng Kiai Guntur Madu dan Kanjeng Kiai Nogowilogo. Bahkan, suara gemuruh gamelan dianggap suara tentaranya Nyi Roro Kidul. Konon, Nyi Roro Kidul amat menyukai gamelan dan secara periodik setahun sekali datang untuk mendengarkan gamelan dan menyaksikan tari bedaya ketawang. Tari seudati di Aceh juga pada hakikatnya juga tari untuk mengagungkan nama Allah.

Kemudian kita menoleh pada tahap metafisik. Pada tahap ini alat komunikasi sudah mulai lebih rasional, tidak semata ditujukan untuk kebutuhan religi belaka. Teknologi komunikasinya tetap sama, hanya untuk tujuan-tujuan kemasyarakatan. Seperti kentongan yang digunakan untuk memanggil warga agar berkumpul atau memberitahu adanya bahaya, atau tahuri—terompet dari kerang—yang berfungsi untuk memanggil warga agar berkumpul di balai pertemuan.

Tahap positivistik, ini adalah tahap rasional. Mulai ditemukannya teknologi komunikasi yang lebih modern. Teknologi ini memungkin manusia berkomunikasi dengan jarak yang amat jauh, seperti dengan telepon, dan dengan khalayak yang lebih luas dengan ditemukannya mesin cetak.

Kendati perkembangan masyarakat sudah modern, tekonlogi komunikasi tetap digunakan berdampingan dengan teknologi komunikasi modern. Hanya fungsi dari teknologi lebih terbatas. Kentongan, sebenarnya memiliki ketukan tertentu untuk mengisyaratkan peringatan tertentu. Pertanda bahwa sudah tengah malam, berkumpul, ada bahaya, dan sebagainya. Kini kentongan semata hanya menunjukkan bahwa ada bahaya dan harus berkumpul.

Pemahaman mengenai perkembangan masyakat kita juga dapat merunut pada soliditas Durkheim. Pada masyarakat tradisional diikat oleh solidaritas mekanistik. Pada solidaritas mekanis setiap individu yang diikat dalam suatu bentuk solidaritas memiliki “kesadaran kolektif” yang sama dan kuat. Biasanya pada masyarakat tradisional di desa-desa. Individu dalam solidaritas mekanis tidak berkembang secara bebas karena harus menerima konformitas. Masyarakat dengan solidaritas sangat kuat diikat oleh nilai-nilai yang yakini masyarakat. Lalu solidaritas organis, yaitu ikatan kolektif dalam masyarakat makin hilang, dengan timbul spesialisasi pada pekerjaan. Hal ini menggairahkan individu untuk meningkatkan kemampuannya secara individual. Solidaritas ini ada pada masyarakat Industri.

Alat komunikasi tradisional pada masyarakat dengan solidaritas mekanis bersifat mengikat kesadaran kolektif. Karena itu alat komunikasi tradisional adalah panggilan untuk mengikuti pertemuan-pertemuan adat atau pertemuan warga. Kita dapat melihat fungsi kulkul sejenis kentongan di Bali. Ada empat jenis kulkul yang dikenal oleh masyarakat Bali yaitu Kulkul Dewa, Kulkul Bhuta, Kulkul Manusia, dan Kulkul Hiasan (Wikipedia, 2012). Kulkul Dewa Kulkul Dewa adalah kulkul yang digunakan saat upacara Dewa Yadnya. Kulkul dibunyikan ketika memanggil para dewa. Ritme yang dibunyikan sangat lambat dengan dua nada. Kulkul Bhuta adalah kulkul yang digunakan saat upacara Bhuta Yadnya. Kulkul dibunyikan untuk memanggil para Bhuta Kala guna menetralisir alam semesta sehingga keadaan alam menjadi aman dan tenteram. Kulkul manusa digunakan digunakan untuk kegiatan manusia, baik itu rutin maupun mendadak. Kulkul hiasan adalah kulkul suvenis.

Selain kulkul, beduk tetap berfungsi sebagai alat untuk memanggil warga shalat di masjid. Selain itu, penyampaian pesan juga dilakukan secara lisan, misalnya melalui juru dongeng atau sandiwara yang isinya pesan untuk menjadi alam dan berkehidupan sosial yang baik.

Pada masyarakat dengan solidaritas organis, alat dengan teknologi tradisional tetap digunakan. Hanya, fungsi alat komunikasi tradisional sudah tidak maskimal. Beduk masih digunakan, tetapi orang tetap saja menanti azan dikumandangkan melalui pengeras suara. Juru dongeng, yang kini berubah menjadi pelawak, hanya menyampaikan pesan-pesan hiburan, juga sandiwara hanya menyajikan hiburan semata. Masyarakat industri yang sudah lelah bekerja dan bersifat individual hanya memerlukan hiburan, kegiatan untuk menyatukan kesadaran kolektif sudah tidak terlalu diperlukan lagi.

Teknologi komunikasi tradisional tetap ada karena perubahan teknologi tidak dapat secara utuh mengganti semua fungsi dari alat komunikasi tradisional. Fiske (2012:xii) mengatakan, teknologi baru tidak dapat memproduksi perubahan sosial di dalam dirinya sendiri meskipun berbagai teknologi tersebut dapat dan memang memfasilitasi perubahan.

Baca juga:

Alat Komunikasi Mengikuti Perkembangan Masyarakat
Tagged on:                 

8 thoughts on “Alat Komunikasi Mengikuti Perkembangan Masyarakat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.