asing masuk

Istilah asing berseliweran ada yang berhasil masuk dan diindonesiakan, ada pula yang pasrah dan dibiarkan begitu saja.

Masuknya istilah asing ke dalam bahasa Indonesia adalah suatu yang tak terhindarkan. Ada dua perlakuan terhadap istilah asing ini: menyerap dan menerjemahkan atau memadankan.

Yang paling baru adalah serapan corona menjadi korona. Korona harus rela dihantam terjangan corona. Kenapa? Karena badan kesehatan internasional merilis sebutan virus penyebab wabah ini dengan akronim Covid-19 alias corona virus deases 2019. Media pun menjadi senang menyebut corona daripada korona. Ada juga sih yang mengindonesiakan begitu saja dengan mengambil frase coronavirus menjadi koronavirus. Wah, korona jadi merana.

Menyerapkan istilah atau bahasa asing ke dalam bahasa Indonesia ada beberapa cara. Penyerapan bisa dilakukan dengan menyesuaikan ejaannya dengan ejaan bahasa Indonesia. Istilah sejenis ini, misalnya:

  • analysis: analisis
  • activity: aktivitas
  • actuality: aktualitas
  • complementary: komplementer
  • condominium: kondominium
  • emiten: emiten
  • premium: premi
  • restorant: restoran
  • trend(y): tren(di)
  • counter: konter

Dari contoh di atas, kita dapat melihat bahwa istilah yang berakhiran -ty berubah menjadi -tas. Namun, ada dua istilah yang masih ragu untuk menyesuaikan ejaannya, yaitu commodity dan celebrity. Untuk commodity masih ada yang menyerapnya dengan komoditi padahal seharusnya komoditas—kendati belakangan komoditas sudah berterima.

Untuk celebrity masih banyak orang yang ragu untuk menyerapnya menjadi selebritas, tetapi selebriti. Saya mencatat, baru Koran Tempo yang secara konsisten menyerap selebrity menjadi selebritas.

Untuk istilah yang memiliki dua bentuk, yang kita serap cenderung bentuk dasar atau tunggalnya. Jadi, yang betul adalah aksesori bukan aksesoris karena yang kita serap accesory bukan accesories. Kendati begitu, ada juga istilah yang mengambil bentuk jamak seperti data, bentuk tunggalnya datum.

Pemadanan lebih baik

Penerjemahan atau pemadanan istilah asing dengan bahasa Indonesia merupakan upaya yang lebih baik daripada sekadar menyerap. Dengan memadankan, istilah tersebut menjadi tidak asing di telinga orang Indonesia. Beberapa istilah yang diterjemahkan atau dipadankan:

  • bargaining position : posisi tawar
  • break even point : titik impas
  • contempt of court : pelecehan pengadilan
  • fade out : melindap
  • franchise : waralaba
  • go public : masuk bursa
  • political will : kemauan politik
  • poll : jajak pendapat
  • production houses : rumah produksi/griya kinarya
  • outlet : gerai

Begitu perihal penyerapan atau pengindonesiaan istilah dan kata asing ke dalam bahasa Indonesia. Kita akan lebih bijak bila menggunakan padanan Indonesianya untuk istilah atau kata asing yang masuk. Begitu ya.

Baca juga:

Asing Masuk, Diindonesiakan Dulu
Tagged on:                 
Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.