Sebagai penulis, tentu kita sudah akrab dengan kata. Namun, siapa sebenarnya si kata?

Kata itu jomblo sejati. Dengan kejombloannya itu, kata masih bisa memiliki arti sendiri. Lihat saja kamus. Nah, kata yang ada dalam kamus ini biasanya kata dasar. Sedari lahir dia sudah menyandang sifat atau karakter khusus. Ingat dong ada kata sifat, kata benda, kata kerja. Tentunya masing-masing mempunyai peran.

Kata benda biasanya menduduki posisi subjek, kata kerja biasa menduduki posisi predikat. Namun, Jangan salah ya, kata kerja juga bisa menentukan bagaimana peran subjek dan objek. Lalu ada kata sifat, kata yang bisa menduduki predikat atau memberi karakter pada kata benda.

Kok, bisa-bisanya bilang kata kerja dapat menentukan posisi subjek dan objek. Ya, ingat dong kata kerja aktif dan pasif. Padahal sebenarnya perubahannya kecil, cuma masalah di- dan me-. Kalau kata kerjanya aktif, si aktor atawa subjek ada di depan; kalau pasif, si objek yang ada di depan.

Nah, kata sifat itu memberi karakter pada kata benda, misalnya gadis cantik, pria tampan, harimau jinak. Coba kalau yang ada Cuma kata kerja, pasti yang terjadi adalah gadis lari, pria bekerja, harimau mengaum. Kasihan si gadis, pria, dan harimau harus beraktivitas terus.

Kalau jomblo, boleh dong si kata bersolek. Boleh banget. Caranya? Dengan memberikan imbuhan. Imbuhan bisa bikin si kata, terutama kata kerja, makin keren. Misalnya, kata kerja pukul bisa jadi memukul, kalau memukulnya berulang-ulang tinggal ditambahi akhiran –i jadi memukuli. Eh, imbuhan juga ada yang bisa membuat si kata kerja menjadi kata benda.

Awalan pe– bisa bikin kata kerja menjadi kata benda. Misalnya, pukul menjadi pemukul. Keren enggak. Imbuhan seperti alat kamuflase ya. Bukan cuma kata kerja, kata sifat kalau ketempelan pe– juga bisa jadi kata benda. Misalnya, merah menjadi pemerah yang artinya alat untuk menjadikan merah.

Sebenarnya masih banyak alat pesolek lain yang akan membikin si jomblo kita makin keren. Tapi, menurut hemat saya, dengan penjelasan singkat ini saya yakin kita akan makin paham. Bahwa pemakaian imbuhan atawa alat bersolek kata itu bisa juga mengubah satu kata menjadi jenis kata lain. Paham ya. Salam.

Baca juga:

Awalnya Kata itu Jomblo
Tagged on:                                     

7 thoughts on “Awalnya Kata itu Jomblo

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.