Eh, ternyata penulis komedi, bisa juga kehabisan ide untuk menulis joke. Kalau sudah begini, itu pertanda harus mulai shopping idea. Di mana ya?

Sesungguhnya sumber joke amat banyak di sekitar kita. Joke-joke itu bertebaran di mana saja. Tinggal tergantung kita saja bagaimana menggunakan atau memetiknya. Satu solusi yang bisa dilakukan adalah dengan mencatat, bisa dengan kertas atau buku catatan atau dengan smartphone. Pasalnya, kemampuan kita untuk mengingat joke yang kita dengar dan lihat amat terbatas.

Di mana kita shopping idea? Di mana saja. Ketika kita berada kendaraan umum, mendengar percakapan orang yang terkadang lucu sekali dengan joke-joke spontan yang dilepaskan. Berarti kita sudah berada di depan warung yang menyediakan joke. Ketika kita menunggu kendaraan umum dan melihat tingkah orang yang aneh dan lucu, dia sebenarnya sudah memberi kita joke yang nyata. Ketika kita di mal, di pasar, di toko buku, di supermarket.

Di samping itu, menonton video stand up comedy dari luar negeri juga bisa menginspirasi kita unuk membuat joke. Ada lagi, yaitu menonton film komedi. Jenis tontonan seperti ini bisa membangkitkan ide terpendam kita.

Nah, semua joke yang disediakan oleh alam itu, kita catat rapi. Selain sebagai bank joke, catatan-catatan itu juga berguna sebagai bahan untuk membuat joke berikutnya.

Ada cara shopping idea yang ekstrem, yaitu dengan menonton pementasan lawak atau stand up comedy di kampung-kampung. Dari komedian kampung itu terkadang ada juga joke-joke brilian, yang hanya karena kemampuan mengolah joke-nya amat terbatas, joke itu menjadi hambar.

Tapi, tetap saja saya menekankan bahwa kita jangan mencuri joke begitu saja dari komedian lain. Ingat, tindakan mencuri joke hanya akan membunuh kreativitas kita dan mengkhianati diri kita sendiri. Dalam membuat joke, keorisinalan adalah nomor satu. Salam.

Baca juga:

Ayo Shopping Idea untuk Joke Kita
Tagged on:                                 
Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.