buku bahasa jurnalistik

Ini merupakan tulisan saya untuk menyambut terbitnya buku saya. Lupa, ini ditayangkan di mana. Tapi, untuk sekadar mengenang, saya ulang di sini saja.

Buku bahasa jurnalistik saya diterbitkan oleh Penerbit Andi, Yogyakarta. Ya, akhirnya buku ini diterbitkan setelah lama tersimpan di laci. Itu yang terjadi di awal Februari 2008.

Buku yang bertajuk lengkap Inilah Bahasa Indonesia Jurnalistik ini proses pengerjaannya terbilang lama. Sejak 1999 hingga 2003. Maklum saja, pengerjaannya tidak disiplin alias kalau sempat baru ditulis. Kalau mau dirunut lebih jauh lagi, buku itu sejatinya mulai ditulis jauh sebelum 1999. Awalnya merupakan catatan saya terhadap pekerjaan yang saya tekuni sejak 1990, yaitu sebagai penyunting bahasa.

Perubahan wujud menjadi buku makin kuat ketika pada 1998-1999 saya sempat kuliah pada program magister (S-2) linguistik di Universitas Indonesia. Dari perkuliahan ini saya mendapat teori-teori linguistik terbaru. Teori-teori ini merupakan pencerahan bagi saya. Saya menjadi makin kritis melihat perkembangan bahasa media massa. Makanya perlahan tapi pasti catatan itu pun berubah menjadi buku.

Sesungguhnya buku ini pernah ditawarkan kepada sebuah penerbit di Yogyakarta juga setahun setelah selesai saya tulis. Tapi, oleh penerbit ini naskah buku saya dikembalikan untuk diperbaiki. Katanya, segmen pasarnya mesti diperluas hingga anak SMP. Wah, itu berarti saya harus mengubah seluruh struktur penulisan dalam naskah tersebut.

Capek deh! Apalagi ketika itu saya sedang banyak-banyaknya pekerjaan. Saya sedang membantu sebuah majalah kelautan baru bernama Layar, sebagai konsultan penulisan dan penyuntingan. Majalah ini ingin gaya penulisannya lebih populer. Sudah begitu, saya masih pula harus menulis untuk Ngelenong Nyok! dan Komedi Betawi di TransTV.

Akhirnya, sang naskah buku bahasa jurnalistik pun tergeletak begitu saja di dalam laci. Hingga pada 2007 saya mencoba menawarkan kepada Penerbit Andi. Penerbit asli Yogyakarta ini pun menyetujui untuk menerbitkan buku tersebut. Ya, sudah buku saya tersebut diterbitkan dan muncul pada awal 2008 ini.

Inilah buku saya

Melalui buku bahasa jurnalistik ini sejatinya saya ingin mengajak pembaca mengenal. Bagaimana sesungguhnya bahasa jurnalistik itu. Soalnya, banyak di antara kita melihat bahasa Indonesia jurnalistik dengan sinis. Bahkan, acap disinisi sebagai perusak bahasa. Padahal, tidak demikian adanya. Bahasa jurnalistik berusaha selalu patuh terhadap kaidah bahasa Indonesia. Hanya, bahasa Indonesia jurnalistik memang memiliki kekhasan karena digunakan sebagai media penyampai informasi.

buku bahasa jurnalitik

Kendati begitu, bahasa jurnalistik banyak menyumbang kata dalam kosa bahasa Indonesia. Sebutlah kata Anda, heboh, santai, sadis, dan nyaris adalah sedikit contoh dari begitu banyak kata yang dilempar kaum jurnalis ke dalam bahasa Indonesia. Bukan hanya itu, bahasa jurnalistik pun banyak menyumbang ragam kalimat dalam bahasa Indonesia.

Kebutuhan memberi informasi yang padat, singkat, jelas, dan menariklah yang membuat bahasa jurnalistik menjadi sedikit berbeda dengan bahasa Indonesia baku. Namun, apakah yang membuat sebuah tulisan di media massa menarik? Judul tulisan. Benar, judul-judul dalam media cetak begitu menarik. Jangan heran. Bab II buku ini akan memberikan panduan jitu membuat judul yang menggigit seperti itu. Baik itu judul untuk tabloid atau judul surat kabar.

Keinginan agar pembaca dapat membaca dengan nyaman. Media massa melakukan beberapa koreksi terhadap ejaan. Misalnya penggunaan titik untuk singkatan nama dalam tubuh tulisan sering diabaikan karena titik membuat pembaca tidak lancar menelusuri kalimat demi kalimat. Bukan cuma itu, media massa pun memberi beberapa tambahan dalam penggunaan tanda baca. Dengan begitu, ejaan kita menjadi lebih kaya.

Berbagai pernak-pernik dalam media cetak juga dibahas secara mendalam dalam Bab II. Kita dapat belajar bagaimana menuliskan gelar akademik, nama generik, dan nama geografis. Ini merupakan solusi dari kebingungan kita, mana yang benar Tanah Abang atau Tanahabang, gudeg Jogja atau gudeg jogja. Bahkan, media cetak kita pun menuliskan dengan tidak seragam.

Kejelasan informasi yang disampai adalah wajib bagi media massa. Adakah kata-kata yang dapat memperjelas informasi? Ada. Mari kita buka Bab III. Dalam bab ini kita akan melihat bagaimana perilaku kata sehingga dapat memperjelas informasi. Di samping itu pun penggunaan potensi bahasa daerah dan bahasa gaul dapat lebih membuat kalimat kita tepat sasaran.

Akhirnya pada bagian terakhir kita akan menelisik bagaimana sebuah kalimat itu menjadi informatif. Ternyata, kalimat informatif adalah kalimat yang bersubjek. Selain itu, penggunaan kekayaan budaya bahasa kita pun, seperti idiom dan peribahasa dapat lebih menajamkan informasi yang kita sampaikan. Selain itu, tentu saja kalimat kita menjadi lebih enak dibaca.

Untuk membuat kalimat lebih ringkas, di antaranya kita bisa melakukan penghematan melalui ejaan dan kata kerja. Bagaimana caranya? Kita akan mendapatkan langkah-langkahnya dalam bab terakhir ini.

Akan direvisi

Saya sudah merencanakan akan merevisi buku ini. Ada beberapa hal yang membuat saya ingin merevisi. Pertama, data buku ini adalah media cetak. Padahal media cetak sudah menjelang petang. Tentu saja ada perubahan-perubahan dalam cara bertutur media.

Misalnya dalam pembuatan judul, banyak perubahan yang terjadi. Judul dalam bahasa jurnalistik online sekarang sudah mirip dengan ringkasan. Judul lebih panjang-panjang. Ini memang membuat pembaca jadi lebih mudah untuk menentukan, apakah bacaan itu sesuai dengan yang ingin dia cari.

Berlombanya media online untuk menjadi nomor satu dalam menayangkan suatu berita, juga turut mengubah cara berbahasa media. Bahasa media kurang terkontrol karena perlombaan tadi.

Tunggu saja, buku ini akan direvisi sehingga lebih sesuai dengan perkembangan bahasa media yang terkini. Salam.

Baca juga:

Bahasa Jurnalistik Saya Terbit, Sebuah Kenangan
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.