hewan kurban atau korban
Siap berkurban / Wikimedia

Kurban dan korban terkadang membingungkan. Ini dua kata yang berbeda makna atau ini merupakan pasangan kata baku dan nonbaku. Jadi, mau tahu doang apa mau tahu banget?

Hari ini, tepatnya pada tanggal 10 Zulhijah 1441, umat Islam merayakan hari raya Idul Adha atau Idul Qurban. Jelas bahwa kata kurban berasal dari bahasa Arab. Apalagi ada penjelasan qurban disebut juga Udhhiyah atau Dhahiyyah yang berarti hewan sembelihan. Sudah semakin jelas dan tidak diragukan lagi kurban adalah bentuk baku yang diserap dari bahasa Arab.

Kalau kurban bentuk baku, korban bentuk tidak baku. Tidak begitu juga. Memang, korban juga merupakan serapan dari bahasa Arab dengan kata yang sama qurban. Namun, tidak serta-merta korban menjadi tidak baku.

Jika ditanya mana yang baku: korban atau kurban, kedua-duanya baku. Gampangnya, qurban dalam bahasa Arab menurunkan dua kata dalam bahasa Indonesia: korban dan kurban. Yang masing-masing memiliki makna yang berbeda.

Kurban berkait dengan aktivitas keagamaan, adapun korban bermakna menderita akibat perbuatan orang atau peristiwa. KBBI memaknai kedua. Makna kurban dan korban saling bersinggungan. Dalam KBBI daring begini arti dari kurban dan korban:

Korban

  1. pemberian untuk menyatakan kebaktian, kesetiaan, dan sebagainya; kurban: jangankan harta, jiwa sekalipun kami berikan sebagai —
  2. orang, binatang, dan sebagainya yang menjadi menderita (mati dan sebagainya) akibat suatu kejadian, perbuatan jahat, dan sebagainya: sepuluh orang — tabrakan itu dirawat di rumah sakit Bogor

Kurban

  1. Isi persembahan kepada Allah (seperti biri-biri, sapi, unta yang disembelih pada hari Lebaran Haji) sebagai wujud ketaatan muslim kepada-Nya: ia menyembelih kerbau untuk —
  2. pujaan atau persembahan kepada dewa-dewa: setahun sekali diadakan upacara mempersembahkan — kepada Batara Brahma
Dua kata berbeda

Agaknya, KBBI daring agak hati-hati dalam mendefinisikan korban. Padahal, dalam pemakaian sehari-hari kurban memang berkait dengan ritual keagamaan. Arti yang ada dalam KBBI sesuai dengan apa yang kita lakukan. Adapun korban, pada arti pertama masih memasukkan makna religi. Ini jelas tidak sesuai dengan makna yang diyakini oleh masyarakat bahasa.

Saya jadi teringat dengan mengaji dan mengkaji meskipun keduanya berasal dari kata yang sama /kaji/, namun ketika diberi imbuhan menjadi berbeda maknanya. Masyarakat menggunakannya tanpa perlu mempertentangkan. Artinya, masyarakat memberi makna sendiri terhadap kata yang dipakainya. Bukankah ini pertanda bahasa yang hidup.

Jadi, korban dan kurban adalah dua kata yang berbeda. Keduanya memiliki arti yang berbeda. Keduanya pun merupakan bentuk baku. Pakai saja keduanya sesuai dengan kebutuhan. Bagaimana pekan depan siap melaksanakan ibadah korban, eh, kurban? Salam.

Baca juga:

Pilih yang Mana: Kurban atau Korban
Tagged on:                     

7 thoughts on “Pilih yang Mana: Kurban atau Korban

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.