bergaul itu penting

Kebanyakan orang yang populer adalah orang yang lucu. Kita bisa seperti itu, yaitu dengan tekad atau resolusi. Gampang kan.

Bergaul itu penting. Menjadi bagian dari kelompok sosial penting. Manusia sejatinya ditakdirkan untuk bergaul. Itulah makanya manusia disebut juga makhluk sosial. Bukan seperti kamu, yang benar-benar sok-sial. Sudah sial sok lagi. Just kidding, jangan cemberut.

Biarpun sudah menguasai materi yang mungkin bisa membuat kamu lebih gaul, ada satu hal yang sangat mempengaruhi untuk membuat kamu jadi gokil di antara teman-teman kamu. Apakah itu? Resolusi.

Resolusi adalah kebulatan tekad untuk menjalankan apa yang sudah kita yakini. Maksudnya begini Pren! Biarpun kita sudah punya teori soal bagaimana untuk menjadi orang yang populer di lingkungan teman-teman kita sendiri, yang lebih penting dari semua itu adalah tekad. Nah, tekad, ya, resolusi itu tadi.

Misalnya begini, kita harus meneguhkan tekad kita: dalam satu bulan ini harus menjadi orang yang populer di lingkungan kita.

Evaluasi

Namun, untuk melancarkan pelaksanaan resolusi itu kita harus melakukan evaluasi diri kita dulu atas pergaulan kita selama ini. Kita harus membuat daftar apa saja yang membuat kita tidak bisa bergaul apalagi menjadi orang yang populer.

Ada beberapa hal, menurut catatan saya, yang membikin orang itu susah bergaul dan bagaimana mengatasinya.

bergaul itu penting1

Pertama, dia itu memang enggak mau digauli…ups, maksudnya bergaul. Memang ada orang yang memiliki karakter tertutup. Biar bisa gaul, untuk teman-teman yang memiliki karakter seperti ini, harus bertekad untuk membuka diri terhadap teman-teman di lingkungannya.

Kamu harus mau bergabung dengan teman-teman meski hanya untuk mengobrol yang ringan-ringan. Orang dengan karakter seperti ini biasanya cenderung menarik diri dari kelompok teman-temannya.

Pren, kamu juga harus berusaha untuk memahami orang lain. Seperti, banyak orang bilang: kalau mau dipahami orang, pahami dulu orang lain.

Kedua, kurang mau mengeluarkan ide. Sebenarnya banyak orang yang sudah mencemplungkan diri dalam suatu komunitas, tapi tetap saja merasa kurang dikenal atau tidak populer. Itu terjadi karena orang tersebut enggak pernah mengeluarkan ide atau pemikiran atau pendapat perihal persoalan yang dibahas dalam komunitas.

Nah, mulai sekarang, kalau kamu merasa seperti orang model ini, tekadkan diri untuk berpartisipasi dalam pemikiran atau sekadar urun joke. Sebenarnya, dengan sering melontar joke, itu sebenarnya sama saja dengan menanamkan diri kita dalam benak teman-teman kita.

Ketiga, mengubah citra. Pren, kalau selama ini kamu merasa terlalu pendiam, ubahlah citra menjadi enggak terlalu pendiam; atau, kalau bisa, malah menjadi populer. Caranya?

Ikutlah aktif mengomentari apa yang dibicarakan teman-teman kamu. Syukur-syukur bisa memberi jalan keluar, biarpun agak nyeleneh karena kamu menguasai banyak joke, tapi itu bisa menunjukkan citra kamu yang baru sebagai orang yang peduli terhadap komunitas kamu sendiri.

Keempat, kurang berani tampil. Banyak orang yang takut untuk tampil, apalagi tampil beda di hadapan teman-teman dalam komunitasnya. Kalau kamu takut tampil, akan percuma apa yang sama-sama kita baca di bab-bab sebelum biar kita bisa tampil gokil.

Karena itu, ayo kita teguhkan diri bahwa apa yang kita lakukan akan membawa dampak bagus untuk diri kita dan orang lain. Yuk ya yuk.

Kelima, mengkopi si populer. Banyak juga orang berkeinginan untuk mengubah dirinya menjadi populer, tapi enggak tahu caranya. Sebenarnya ada cara yang paling gampang biar kita bisa tampil populer, yaitu dengan mencontek cara bergaul orang-orang yang populer di lingkungan kita.

Kita ikuti saja cara dia menyapa orang, cara dia ketika memulai pembicaraan, cara dia menanggapi pembicaraan orang lain, cara dia memutuskan suatu persoalan. Dengan begitu, kita jadi terbiasa dengan cara bergaul yang sehat dan disenangi orang.

Jangan takut, kalau meniru nantinya kita jadi berubah menjadi orang lain. Sebab, kalau sudah terbiasa cara bergaul yang sehat dan membuat kita menjadi populer dengan cara yang baik, dengan sendirinya nanti akan muncul cara bergaul kita sendiri yang tidak sama dengan orang kita tiru.

Keenam, kita bikin pernyataan-pernyataan kritis yang mungkin kita akan lakukan. Misanya, bergaul itu suka tertawa bersama teman, bergaul itu senang traktir, bergaul itu senang cerita-cerita, dan seterusnya. Bikin sebanyak-banyaknya, dengan begitu kamu bisa mengintarisir apa yang sebenarnya belum kamu lakukan. Terus ya, bergaul itu ….

Selamat mencoba, aku yakin kamu pasti bisa Pren. Yakinlah, enggak ada yang enggak mungkin di dunia ini. Bergaul itu mungkin terasa sulit bagi sebagian orang, itu karena belum dicoba. Bagi sebagian lain, bergaul itu ringan: bercanda-canda, tertawa-tawa.

Ini merupakan bagian terakhir dari seri gokil, sebuah naskah buku untuk kaum muda gokil. Naskah yang tidak sempat diterbitkan dan tersimpan cukup lama di laci. Padahal, naskah ini mengajari kita untuk gaul, karena bergaul itu sesuatu……..

Baca juga:

Bergaul itu Penting, Lucu juga Perlu
Tagged on:         

3 thoughts on “Bergaul itu Penting, Lucu juga Perlu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.