Dalam pelatihan menulis instruktur atau coach selalu menyarankan untuk menulis dalam kalimat aktif. Alasannya agar kalimat kita mudah dipahami. Kok, bisa.

Ya, bisa dong. Dalam kalimat aktif, kita dapat menyaksikan subjek atau aktor kita beraksi. Seperti kata David Crystal dalam “Dictionary of Language and Languages”. Crystal bilang, ketika dalam kalimat aktor berelasi dengan kata kerja maka bisa dikatakan kalimat aktif (1998:413). Dalam klausa Ali memukul, kita langsung mengetahui bahwa aktor kita, Ali, melakukan aktivitas memukul.

Dalam panduan klasik “The Element of Style”, Strunk dan White bilang kalimat aktif lebih langsung dan kuat (2000:18). Strunk memberi contoh:

(1) Saya akan selalu ingat kunjungan pertama saya ke Boston.

Ini lebih baik dibandingkan dengan

(2) Kunjungan pertama saya ke Boston akan selalu diingat oleh saya.
(3) Kunjungan pertama saya ke Boston akan selalu diingat

Pada kalimat (2) kalimat menjadi terlalu panjang dan kurang enak karena ada kata-kata oleh saya. Jika oleh saya dibuang, sehingga menjadi kalimat (3) menjadi tidak jelas siapa yang akan selalu mengingat.

Secara sederhana, saya selalu mengatakan kepada teman belajar saya di kampus bahwa dalam kalimat aktif jelas siapa pelaku atau aktornya. Kalimat pasif bisa menyembunyikan si aktor. Misalnya:

(4) lelaki tua itu dibunuh.

Tidak jelas siapa pelakunya. Si penulis ingin menyembunyikan pelaku, bisa saja. Jika kita ubah ke dalam kalimat aktif, si penulis terpaksa harus menghadirkan si pelaku atau aktor atau subjek sehingga menjadi:

(5) Ali membunuh lelaki tua itu.

Jelas, ya, kenapa kita harus menulis dalam kalimat aktif.

Oya, kita kembali pada contoh kalimat (2) Strunk. Dalam struktur kalimat Indonesia bentuk pasif itu bisa diubah menjadi bentuk aktif yang tetap ciamik:

(6) Kunjungan pertama saya ke Boston akan selalu saya ingat.

Jadi, kita memang harus mengutamakan menulis kalimat aktif karena akan lebih memperjelas maksud kita. Kalimat aktif juga membuat kita bisa menyaksikan aktor kita beraksi. Salam.

Baca juga:

Biar Aksi Sang Aktor Terlihat, Menulislah dalam Kalimat Aktif
Tagged on:                         

8 thoughts on “Biar Aksi Sang Aktor Terlihat, Menulislah dalam Kalimat Aktif

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.