Buatlah Joke biar Lucu
Buatlah Joke biar Lucu

“SAYA ingin bisa menulis joke,” ujar teman saya dengan polos. Dulu dia selalu meledek saya, penulis komedi tapi tidak lucu. Waktu itu dia tidak yakin saya bisa menulis joke, tapi hanya karena kebetulan. Dia selalu terheran-heran, orang dengan karakter seperti saya ternyata bisa membuat tulisan yang lucu. Saya waktu itu hanya tertawa. Ini bukan persoalan lucu atau tidak, melainkan keterampilan dalam menulis.

Joke memang banyak ditampilkan oleh pelawak atau komika sebagai modal jualannya. Tanpa joke pelawak belumlah melawak. Sejatinya joke adalah upaya menjebak penonton dengan jalan pikiran yang tidak linear atau searah. Dalam bahasa Indonesia joke mungkin bisa dipersamakan dengan lelucon.

Arthur Koestler, yang terkenal dengan teori bisosiasi (bisosiation), melihat teks humor—termasuk joke—sebagai sebuah koin. Artinya, teks humor memiliki dua sisi. Satu sisi merupakan referen linear dan yang satu lagi menyimpang. Koestler sendiri bilang, “the word ‘strikes’ is ambiguous as it can belong to both scripts”.

Berbicara joke sejatinya kita berbicara set-up dan punchline. Setup adalah pernyataan yang linear dan punchline adalah bom untuk meledakkan tawa. Untuk bisa menjebak pendengar tentu saja konstruksi jebakan harus membuat orang percaya.

Pertama, kita harus meyakinkan penonton kita perihal apa yang kita bicarakan. Mereka harus percaya bahwa apa yang kita bicarakan benar adanya. Kedua, setelah itu baru kita bom mereka dengan pernyataan yang menyimpang. Dengan begitu, meledaklah tawa. Kita lihat konstruksi joke berikut:

Biar aman, barang berharga gue ditaruh aja deket polisi. Eh, masih hilang juga. Soalnya gue simpannya deket polisi tidur.

Atau,

Berulang kali mereka bilang tidak tahu bagaimana cara mengatasi persoalan bangsa ini. Bagi saya ini persoalan kecil. Untuk mengatasinya, ya, jangan membawahkan apalagi menyampingkan.

Kita lihat. set-up dari joke pertama yaitu jam tangan gue yang paling mahal disimpen aja di belakang polisi. Semua orang pasti setuju bahwa barang akan sangat aman disimpen deket polisi. Dalam struktur linear pernyataan pertama benar adanya (set-up). Tiba-tiba kita dikejutkan, ternyata barang yang ditaruh dekat polisi juga hilang—ini adalah jembatan menuju bom—dan punchline-nya adalah di belakang polisi tidur. Jadi sejatinya ada dua hal yang dipertentangkan yaitu polisi (benaran) dengan polisi tidur. Yang berarti joke ini membawakan dua referen yang berbeda.

Adapun pada joke kedua sebenarnya juga hanya mempertentangkankan dua referen yang berbeda. Gampangnya, yaitu kata mengatasi pertama yang bermakna menyelesaikan dengan membawahkan dan menyampingkan yang memiliki makna harfiah membuatnya di bawah atau membuatnya di samping.

Kendati hanya mempertentangkan dua pengertian untuk menimbulkan tawa, set-up yang kita bikin harus benar-benar membuat pendengar kita percaya. Meskipun puncline-nya menarik, bila set-up-nya kurang kuat akan membuat joke yang kita bikin tidak bertenaga.

Sekarang coba bikin joke. Teman saya tersenyum kecil, tidak yakin. Sudah jangan banyak pikir, tulis. Kalau kesusahan, ya, terus menulis. Salam.

Baca juga:

Buatlah Joke biar Lucu
Tagged on:                         

7 thoughts on “Buatlah Joke biar Lucu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.