astize dari Pixabay

“Jangan seenaknya bilang, menulis gunakan kata baku. Saya sih senang menggunakan kata baku, tapi tunjukkan cara membedakan kata baku dan tidak baku,” gerutu seorang teman setiba di beranda rumah saya.

Saya tahu, ucapan untuk menyindir saya. Meskipun setelah ditanya, dia berkilah bahwa dia berkata begitu karena kesal selalu disalahkan instruktur menulisnya. Ujung-ujungnya dia minta saya menjelaskan bagaimana mengecek kata baku dan tidak baku itu. Lo, dia yang ikut pelatihan menulis malah saya yang ketempuhan. Baiklah, demi persahabatan saya akan membantu.

Untuk mengecek sebuah kata itu baku atau nonbaku, dapat dilakukan dengan tiga cara. Pertama, dengan melacak bagaimana kata itu dibentuk. Misalnya, mana yang baku jablai atau jablay. Sejatinya, jablay merupakan akronim dari jarang dibelai. Dari sini saja kita langsung tahu mana yang baku. Tahu dong dari pasangan belai-belay, yang baku adalah belai. Jablai merupakan akronim yang naik tingkat menjadi kata yang bermakna perempuan nakal.

Kedua, baku nonbaku bisa dilacak dari asal kata itu. Biasanya kata yang merupakan adaptasi dari kata asing, ejaannya mengacu ke ejaan aslinya. Misalnya dividen atau deviden, Perancis atau Prancis, aktifitas atau aktivitas. Tentu saja yang betul adalah dividen karena bentuk aslinya dividend, lalu Prancis adalah ejaan yang baku karena bentuk aslinya France, aktivitas tentulah bentuk baku karena ejaan aslinya activity.

Ketiga, bila kita tidak dapat menemukan asal-usul kata bagaimana menentukan bentuk bakunya. Gampang, lihat saja kamus. Kamu berisi kata-kata dengan ejaan yang baku. Cara ketiga ini merupakan pedoman yang harus dipatuhi dalam menentukan bentuk baku. Mengapa? Karena kamus merekam bagaimana sebagian orang Indonesia menulis kata sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia.

Tentu sekarang sudah tidak bingung dong menentukan bentuk baku dan nonbaku. Teman saya mengangguk-angguk. Coba dari kemarin, kan, tidak perlu bingung. Saya memelototi, memangnya kemarin bertanya. Makanya, kalau tidak tahu bertanya agar tidak sesat dalam memilih kata baku. Sudah ya. Salam.

Cek Dulu Aslinya, Biar Tahu Baku atau Nonbaku
Tagged on:                     

6 thoughts on “Cek Dulu Aslinya, Biar Tahu Baku atau Nonbaku

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.