cucu nenek

Sekitar tahun 2000-an awal saya sempat menulis skrip untuk bulan puasa di sebuah stasiun televisi. Tapi, program acara yang rencananya akan dinamai Sketsa Ramadhan tidak jadi diproduksi. Wah, kecewa saya.

Sketsa yang saya tulis sederhana, tentang cucu nenek yang akan kereta dan terpisah dengan neneknya. Lalu, kelucuan dibangun oleh ulah dua orang calo tiket, yang niatnya akan diperankan oleh dua orang komedian.

Ya, kendati program tidak diproduksi, skrip yang masuk tetap dibayar. Namun, sejatinya, bagi seorang penulis lebih berbahagia bila tetap diproduksi. Mengapa?

Saya merasa apa yang saya kkerja jadi seperti sia-sia. Upaya untuk memberi pencerahan ataupun menghibur khalayak lewat cerita yang ditulis jadi tidak terlaksana.

Nah, salah skrip yang saya tulis untuk televisi swasta yang sekeluarga dengan MNCTV itu berjudul Calo Ketangkep Basah. Ini sketsa yang durasi sekitar 5-10 menit. Jadi dalam satu episode bisa tiga atau empat sketsa. Setiap sketsa menghadirkan bintang tamu wanita (BTW) bisa juga pria (BTP). Biar tidak menimbulkan hal-hal yang tidak menyenangkan, nama cast saya hilangkan. Silakan, jika penasaran dengan apa yang saya tulis.

Inilah sketsa saya

SKETSA RAMADHAN

Episode : #
Judul : Calo ketangkep basah
Durasi : 30 menit (incl. CB)
Set : Ext. Stasiun
 Cast

  • Cucu Nenek : Bintang Tamu Wanita (BTW)
  • Kasta : Kepala Stasiun/Anak Nenek
  • Nenek : Nenek-Nenek
  • Calo-1 : calo-1
  • Calo-2 : calo-2

Calo-2 dan Calo-1 siap-siap dengan karcis di tangan.

CALO-1
Bulan puasa tahun kemaren gue kena rezeki nomplok.

CALO-2
Sama. Sebenernya rezeki juga mau nomplok gua, tapi gue ngeles.

CALO-1
Itu sih kucing lu yang namanya rezeki yang mau nomplok lu.

Cucu Nenek muncul seperti kebingungan. Calo-2 dan Calo-1 mendekati.

CUCU NENEK
Bang, liat nenek ke sini gak, orangnya udah tua, kulitnya keriput, rambutnya udah putih.

CALO-1
Iya, gue tau itu nenek. Ciri-cirinya lainnya?

CUCU NENEK
Udah punya cucu.

CALO-2
Oon lu!

CALO-1
Udah yang penting sekarang beli tiket dulu.

Calo-1 dan Calo-2 menyodorkan karcis ke wajah Cucu Nenek.

CUCU NENEK
Gue gak mau pulang kampung kalo gak ada nenek gue.

Cucu Nenek pergi sambil teriak memanggil “nenek” (out). Calo-2 dan Calo-1 akan mengejar tapi bajunya ditarik oleh Kasta yang tiba-tiba muncul di situ. Calo-1 dan Calo-2 langsung menawari Kasta karcis.

KASTA
Gue kepala stasiun masak ditawarin tiket. Gue harus ditakutin tau!

Calo-1 dan Calo-2 langsung menakut-nakuti Kasta dengan memainkan wajah seperti menakut-nakuti anak kecil. Kasta kesel langsung mengeplak kepala Calo-1 dan Calo-2.

KASTA
Bukan begitu, maksudnya gue harus dihormatin.

Calo-1 dan Calo-2 langsung menghormat ala militer.

KASTA
Susah, otaknya pas-pasan ya. Gue kasih tau, calo gak boleh beroperasi di sini. Jangan coba-coba sama gue!

CALO-1
Kalo mau coba-coba gimana

KASTA
(Lenjeh)
Ih, emang gue masakan pake dicoba-coba segala.

Kasta out. Datang Nenek dengan membawa tas besar.

CALO-1
Nek, beli di sini aja tiketnya lebih cepet.

NENEK
Kalo tiketnya lebih cepet, mending gue naik tiket daripada naik kereta.

CALO-1
Nenek mau ke mana? Ke Tegal, Solo, Surabaya apa mau ke neraka?

NENEK
Gue gak mau ke mana-mana, gue cuman mau garot lu. Masak gue ditawarin ke neraka.

Calo-1 mengambil tas Nenek.

CALO-1
Nek, tasnya biar saya bawain.

CALO-2
Gembolan yang itu biar saya yang bawa?

Calo-2 menunjuk badan Nenek yang gempal.

NENEK
Ini bukan barang, ini lemak buat persediaan minyak goreng di kampung.

Datang Cucu Nenek.

CUCU NENEK
Nenek…!

Langsung Nenek dan Cucunya berpelukan dengan heboh.

CALO-1
Cepet nek, keretanya ntar keburu berangkat.

CALO-2
Gak mungkin berangkat. Lokomotifnya aja masih di sini?

Calo-2 menunjuk Nenek yang berbadan gemuk dan besar.

CUCU NENEK
Udah gue beli tiket dua. Buat gue sama nenek gue.

Tiba-tiba handphone Nenek berbunyi. Nenek mengangkat handphonenya.

NENEK
Cepet ke sini? Katanya mau ketemu keponakan lu yang dari kecil tinggal di luar negeri. (Ke Calo-2) dari anak gue.

Kasta datang.

NENEK
Kasta, ini keponakan lu! (Menunjuk ke Calo-2 dan Calo-1) yang ini makanan lu!

CALO-1
Hah kepala stasiun. Ayo kabur!

Calo-1 dan Calo-2 akan berlari, tapi nenek dan Cucu Nenek memeganginya sehingga kedua berlari di tempat.

KASTA
Lu berdua ikut ke kantor. Gak boleh ada calo di stasiun.

Calo -2 sama Calo-1 cengengesan.

Terkadang berubah

Begitulah yang saya tulis. Ketika diproduksi cerita tidak berubah, hanya terkadang joke-nya agak menyimpang karena improvisasi pemain. Maklum saja, para pemainnya adalah komedian.

Tapi, rata-rata joke yang diimprovisasi tidak terlalu jauh menyimpang. Cerita pun tetap mengalir seperti yang dimaui cerita. Namun, bila improvisasi terlalu jauh menyimpang, karena pemain keasyikan berimprovisasi, cerita terkadang bisa berubah. Kejadian seperti ini bisa terjadi, tapi jarang.

Semoga bisa menghibur dan menginspirasi. Salam.

Baca juga:

Cucu Nenek dan Neneknya, Skrip Sketsa Saya
Tagged on:                 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.