di disambung

Agaknya penulisan di yang benar harus selalu diingatkan. Kapan di dipisah dan di disambung. Namun, tetap saja masih banyak yang salah menuliskannya. Berikut cara penulisan di yang benar dan alasannya mengapa harus dipisah atau disambung. Silakan.

Rasanya sudah sering sekali orang membahas bagaimana penulisan di yang benar. Mereka masih perlu terus diingatkan di dipisah atau di disambung. Mengapa? Itu karena penulisannya masih acap salah. Barangkali, benar juga pernyataan “aturan untuk dilanggar”. Saya sih kurang sepakat, tapi itu kenyataannya.

Biasanya orang salah menulis di karena main sama ratakan saja. Semua di disambung semua dengan kata yang ada di depannya. Misalnya:

• ayam goreng itu dimakan ayah dirumah
• dimana orang yang tadi ada disini.

Lalu, orang biasanya juga selalu menulis di dipisah dengan semua jenis kata yang ada di depannya. Misalnya:

• di selesaikan sekarang agar di rumah bisa mengerjakan yang lain
• korban di bunuh di malam hari

Tentu saja ini adalah prinsip orang yang tidak mau repot. di dipisah semua, di disambung semua.itu terjadi karena itu memang tidak tahu bagaimana aturan atau kaidah pemakaian di. Agar tidak repot dan pusing, akhirnya diambil langkah tadi.

di  disambung 1

Padahal, secara umum orang sudah mengetahui kaidah pemakaian di. Kaidah umum pemakaian di adalah: di dipisah bila bertemu kata benda atau kata depan. Lalu, di disambung bila bertemu kata kerja. Simpel bukan.

Nah, masih belum paham bagaimana menulis di, sekarang tentu bisa memperbaiki kesalahan penulisan di pada contoh di atas. Ya, betul, perbaikannya seperti ini:

• ayam goreng itu dimakan ayah di rumah
• di mana orang yang tadi ada di sini.
• diselesaikan sekarang agar di rumah bisa mengerjakan yang lain
• korban dibunuh di malam hari

Alasan di harus dipisah

Melihat ke kaidah umum pemakaian di atas, mengapa di tidak disambung dengan atas, depan, sana. Jawabannya gampang, itu karena atas, depan, sana juga menunjukkan tempat. Jawaban lainnya, atas, sana, depan itu juga merupakan kata depan. Masak jeruk makan jeruk. Ahai, bisa saja.

Itulah karena kaidah yang acap digembar-gemborkan itu tidak lengkap. Semestinya dikatakan, di juga bisa berfungsi sebagai kata depan atau preposisi. Sebagai kata depan, di tidak bisa disambung dengan nomina dan pronomina.

Nah, ada baiknya kita tahu dulu apa itu kata depan. Pasti sudah banyak yang tahu bahwa kata depan atau preposisi adalah kata atau kelompok kata yang terletak sebelum nomina atau pronomina. Ingat dong, kata pre- sendiri sudah menunjukkan sebelum. Nomina itu kata benda ya, pronomina adalah kata ganti benda.

di disambung 2

Dengan demikian di itu setara dengan pada, dalam, atas, dan, antara, ke, kepada, dan akan. Alhasil, perilaku di juga sama dengan kata depan lainnya itu. Pernahkah kita melihat kata depan ditulis serangkai, tentu tidak. Pernahkah ada yang menulis dalamhati. Bila tidak, itu juga berlaku dengan di. Tidak mungkinlah kita menulis dihati, tapi harus di hati.

Munculnya kaidah bila bertemu kata benda (nomina) di tidak disambung bisa jadi karena di memang preposisi untuk menunjukkan tempat. Di satu kelompok dengan preposisi lain seperti pada, dalam, atas dan antara.

Alasan di harus disambung

Alasan di disambung karena di bertemu dengan kata kerja. Benar, namun sebenar bukan soal bertemu kata kerja melainkan karena di berfungsi sebagai imbuhan. Lebih spesifik lagi, di ditulis serangkai dengan kata kerja atau verba untuk membentuk kata kerja pasif.

Bentuk pasif dalam bahasa Inggris selalu dilekati dengan –ed diakhir kata kerja. Ini perubahan morfologis bentuk pasif pada kata kerja. Dipanggil dan called adalah bentuk pasif. Yang satu kata kerjanya panggil berubah menjadi dipanggil dan yang satu call berubah menjadi called.

di disambung 3

Jadi, di disambung bukan semata karena bertemu kata kerja, melainkan karena untuk membuat bentuk pasif memang diperlukan imbuhan di-.

Itu pelekatan di di kata kerja karena untuk membuat bentuk pasif. Di juga terkadang dilekatkan dengan imbuhan lain. Di- sebagai awalan disatukan dengan –kan sebagai akhiran (di-kan). Misalnya, dikebumikan, dipulangkan. Bisa juga di- disatukan dengan akhiran –i (di-i). Misalnya, dipetiki, ditembaki.

Satu lagi, meskipun bentuk ini tidak banyak, di ternyata bisa disatukan dengan nomina atau kata benda. Contoh untuk di jenis ini ada pada bentuk dipati dan diraja. Di di sini merupakan kependekan dari adi. Dipati dari adipati, diraja dari bentuk adi raja. Adapun adi sendiri bermakna maha atau super.

Demikianlah pemakaian di dalam bahasa Indonesia, semoga tidak bingung lagi soal di disambung atau dipisah. Salam.

Baca juga:

Menulis itu Gampang dan Membahagiakan, Inilah 3 Jurusnya
Bahasa itu Memiliki Aturannya Sendiri
Peter Handke, Penulis Ultraobjektif Peraih Nobel 2019
Wahai Penulis, Rawatlah Otak Kreatif Anda
Bahasa Jurnalistik Saya Terbit, Sebuah Kenangan

Mengapa Di Disambung dan Dipisah? Simak 3 Alasannya
Tagged on:                 

One thought on “Mengapa Di Disambung dan Dipisah? Simak 3 Alasannya

  • 10/11/2020 at 8:31 pm
    Permalink

    Saya terkagum membaca artikel ini karena setelah membaca artikel ini pikiran saya menjadi terbuka. Saya sadar, selama ini saya terlalu tertutup dengan hal-hal yang baru dan merasa sudah tahu. Hal ini berimbas kepada saya yakni saya menjadi orang yang Sok Tahu

    Reply

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.