Dagmary dari Pixabay

Ketika menulis humor atau komedi tertawalah. Sebab, bila kita sendiri tidak tertawa dengan apa yang kita tulis, bagaimana dengan orang lain yang nantinya membaca atau menonton tulisan kita bisa merasa lucu. Masa?

Saya jadi teringat ketika awal-awal saya menulis naskah komedi secara komersial. Karena sebelumnya saya menulis naskah komedi hanya untuk dimainkan oleh teater kampus. Lebih spesifik lagi, saya menulis naskah lenong. Banyak yang heran, lenong kok pakai naskah. Tapi, itulah saya dan teman-teman, nyatanya lenong dengan skrip lengkap dengan dialog dan joke tersebut lucu.

Ketika saya mulai mengetik naskah komedi untuk Lenong Alternatif—ini adalah lenong kampus yang kemudian ditevekan oleh TPI pada 1998 dengan nama program yang sama dan sempat ditayangkan dua episode saja; alasannya naskahnya terlalu sarat kritik terhadap rezim yang berkuasa, padahal ketika itu TPI dimiliki oleh keluarga rezim tersebut—saya selalu tertawa sendiri. Mungkin orang terheran-heran, ada apa dengan saya. Duduk di belakang mesin tik dan tertawa sendirian. Tapi, kemudian saya membuktikan bahwa apa yang saya tulis adalah lucu. Joke yang membuat saya tertawa sendiri ketika menulis juga bisa membuat tertawa orang lain.

Ketika kemudian di dunia maya saya menemukan tulisan Dave Evans, penulis komedi The Bill Cosby Show, dalam artikelnya bertajuk “Seven Laws of Comedy Writing” di blognya mengatakan bahwa perilaku seperti itu memang bawaan seorang penulis komedi. “If you don’t laugh, nobody else will,” kata Evans. Karena itu, tertawa ketika kita menulis sebuah naskah komedi merupakan kewajaran. Soalnya, kita penulis komedi, gitu loh. Soal tertawa tadi, Evans bilang, “Of course I’m laughing! I’m a comedy writer. I write funny things and they make me laugh!” (Evans, 2010).

Jadi, kalau ketika kita menulis naskah komedi dan kita tidak tergelitik untuk tertawa, pasti ada yang salah. Bisa jadi joke-joke kita, joke basi, atau Anda sendiri yang basi. He, he, he,….

Baca juga:

Diam Saja, Jokenya Basi atau Anda Sendiri yang Basi
Tagged on:                     

8 thoughts on “Diam Saja, Jokenya Basi atau Anda Sendiri yang Basi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.