imajinasi yang bikin menarik

Menulis adalah kerja produktif. Ia merupakan reproduksi dari pengalaman kita, baik itu dari bidang literasi ataupun persoalan kehidupan. Pengalaman inilah yang menjadi bahan baku penulisan kita.

Mustahil orang menceritakan kesedihan bila tidak pernah bersedih, mustahil orang menceritakan susahnya memanjat tebing dengan kemiringan hampir 90 derajat, jika tidak pernah mengalaminya.

Kendati begitu, ada juga orang yang sanggup “merebut” pengalaman orang lain. Entah itu didapat dari membaca buku atau hanya dari mendengar pengalaman orang, lalu menjadikannya pengalaman sendiri. Pernah dengar bahwa penulis cerita Tarzan, Edgar Rice Burroughs, tidak pernah berkunjung ke Afrika sekalipun ketika menulis novel Tarzan of the Apes (1914).

Ia membuat cerita berdasarkan cerita yang dia dengar, buku-buku yang dia baca, dan tentunya sebuah peta. Dengan apa Burroughs merebutnya? Dengan imajinasi. Imajinasinya mampu melayari lautan dari Inggris hingga ke Afrika.

Karena itu ada yang bilang, dalam menulis kreatif imajinasi itu 99% dan pengetahuan hanya 1%. Mengapa begitu? Karena imajinasi mampu menembus ruang yang tidak mungkin terjangkau oleh pengetahuan.

Imajinasi menjadikan serbamungkin

Apakah pernah terbayangkan ada manusia yang bisa menembus lava gunung berapi? Tidak pernah ada. Namun, dengan imajinasi manusia bisa menembusnya, bahkan bermain-main di atas lava. Imajinasi bisa menjadikan yang tak mungkin menjadi mungkin.

Tahu Hulk, si makhluk hijau. Itu adalah hasil dari imajinasi. Pengetahuan yang mendasarinya hanya bahwa radiasi dari sisa-sisa nuklir bisa mengubah molekul tubuh. Hanya itu. Sisanya hanya imajinasi yang menjadikannya superhero.

Namun, yang pasti, untuk menuangkan cerita ke dalam tulisan tentu memerlukan keterampilan agar cerita yang kita sampaikan dapat dimengerti oleh pembaca. Karena itu, ada yang mengatakan bahwa seorang penulis adalah seorang pembaca yang baik.

Ya, dari membaca, penulis belajar bagaimana menulis yang baik. Bagaimana menggunakan kata-kata secara efektif, enak dibaca, dan menarik.

Nah, untuk menulis cerita yang baik, yang diperlukan adalah imajinasi dan kemampuan yang baik. Jangan khawatir semua itu bisa dipelajari. Salam.

Baca juga:

Imajinasi yang Bikin Tulisan menarik
Tagged on:                     
Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.