Mengapa seorang penulis menulis? Ini perlu dipertanyakan karena royalti yang akan diterima penulis relatif lama setelah bukunya diterbitkan. Selain itu, sebelumnya seorang penulis juga akan menerima kritik dan penolakan naskahnya oleh penerbit. Namun, tetap saja sang penulis tetap menulis.

Menurut Kelley Cherry, novelis dan penyair Amerika, terlepas dari semua kesulitan yang dialami penulis mulai dari menyiapkan naskah, kritikan pedas dan penolakan oleh editor, dorongan utamanya adalah untuk memberi tahu orang siapa dia sesungguhnya. Penulis juga mengetahui bahwa karyanya acap dipinjam dimensi eksistensialnya oleh pembaca. Selain itu, menulis adalah sarana untuk menjadi lebih manusiawi.

Banyak teori yang menjelaskan perihal mengapa seorang penulis melakukan pekerjaannya. Menurut Lawrence R. Samuel, Ph.D di psychologytoday.com, ada beberapa pendapat yang mengatakan, menulis itu tentang bagaimana seseorang berbagi sesuatu dengan orang lain. Bisa saja dalam sebuah buku mungkin hanya satu kalimat atau frasa yang bisa membuat pembaca terharu, tertawa, atau setidaknya menarik, namun itu merupakan motivasi utama bagi penulis untuk terus menulis.

Melalui karyanya, seorang penulis berpotensi memiliki jaringan yang jauh lebih banyak daripada di kehidupan nyatanya. “Menulis menghubungkan penulis ke pembaca, pembaca ke penulis, dan pembaca ke pembaca dengan cara yang luar biasa,” kata Melannie Svoboda, seorang penulis Amerika.

Jane Yolen, seorang penulis cerita fantasi, fiksi-ilmiah, dan buku anak, menganggap menulis sebagai pengalaman yang menyenangkan. Alhasil, dia merasa tidak nyaman bila tidak menulis dalam sehari. Menulis juga dapat berfungsi sebagai terapeutik. “Para penulis bisa memamerkan neurosis-neurosis mereka di depan umum dengan menyamarkan sebagai cerita,” jelasnya. Sisi yang menyenang sebagai penulis adalah menerima imbalan atas pekerjaannya.

Namun Erica Jong, novelis dan penyair Amerika, memiliki alasan yang paling sederhana dan paling menarik mengapa penulis menulis. “Yang benar adalah kami menulis untuk cinta,” katanya pada 1997. Para penulis suka menulis karena berkesempatan untuk mengatakan apa yang mereka pikirkan. Di samping itu, penulis novel Fear of Flying ini percaya, mengatakan, kompensasi penulis memang kecil, namun “lakukan demi cinta dan kamu tidak bisa dihentikan.”

Nah, itulah sedikit alasan mengapa penulis tetap menulis meskipun mengalami hal yang tidak menyenangkan. Semoga tulisan ini bisa menjadi renungan bagi kita, penulis. Salam.

Baca juga:

Inilah Alasan Penulis untuk Terus Menulis
Tagged on:                 

2 thoughts on “Inilah Alasan Penulis untuk Terus Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.