Masih mengenai Agatha Christie. Bila pada artikel sebelumnya saya menceritakan siapa Agatha Christie, sekarang saya ingin berbagi perihal bagaimana sang ratu detektif dan misteri menulis. Padahal, cara menulisnya sama saja dengan kita, yaitu memakai huruf, he he he. Sori, becanda.

Kita tidak mungkin mengalahkan Agatha Christie. Karya-karya Dame Agatha Christie sudah menjadi bagian dari budaya populer, kata freelancewriting.com. Dalam karier menulis yang berlangsung lebih dari 55 tahun, ia menulis 72 novel (66 novel misteri dan 6 novel roman) dan 15 koleksi cerita pendek—sebuah karya yang tetap tak tertandingi dalam genre apa pun, kecuali mungkin oleh Stephen King.

Hanya ada dan akan selalu ada satu Agatha Christie dalam sejarah sastra. Tapi, paling tidak kita bisa memetik pelajaran dari apa yang dilakukan Christie. Dalam cerita yang dibuat Christie, dia selalu menonjolkan karakter. Dia menciptakan karakter yang berkesan dan bermartabat untuk kelas pembaca mana pun. Karakternya yang paling berkesan dan populer adalah Hercule Poirot dan Miss Marple. Ini adalah contoh betapa dia piawai mengembangkan karakter. Poirot pertama kali muncul dalam novel Agatha yang bertajuk The Mysterious Affair at Styles (diterbitkan pada 1920).

Agatha mencari inspirasi kreatif karakternya dengan mempelajari orang-orang di sekitarnya. Dia mencatat penampilan fisik orang asing yang dia lihat dan temui di depan umum. Catatannya berguna untuk menggambarkan rupa dan tingkah laku tokoh tersebut berkait dengan cerita misterinya.

Itu perihal karakter, ada beberapa trik menulis Agatha Christie yang membuat novelnya selalu dicari penggemarnya. Inilah tip menulis dari sang ratu kriminal.

  1. Bangun latar belakang yang sempurna

Christie selalu cepat memastikan bahwa ceritanya berada di tempat yang sempurna. Dia membangun negara fiksi ‘Herzoslovakia’, yang hobi warganya adalah membunuh raja dan melakukan revolusi atau kota fiksi dari ‘St Mary Mead’. Dia mengklaim itu adalah “mikrokosmos untuk mewakili sifat manusia” dengan karakter yang penuh warna di sekitar emosi ekstrem perzinaan, keserakahan, nafsu, penipuan, dan iri hati.

Dengan bangunan cerita yang seperti itu akan membuat pembaca mengharapkan sesuatu yang dingin dari awal. Detail-detail kecil, seperti jalan-jalan yang gelap dan berliku, “kekosongan” mata seorang karakter, memunculkan perasaan bahwa malapetaka ada di setiap sudut.

  1. Lebih besar dari karakter kehidupan

Sebagaimana telah disebut, Christie memiliki penyelidik swasta Belgia yang keren, Hercule Poirot, seorang pria dengan aksen aneh dan pakaiannya yang lebih aneh. Di sisi lain, ada Nyonya Marple yang lebih pendiam, telantar, dan lebih tua. Karakter ini kelihatan naif untuk mendapatkan semua informasi tentang sebuah kasus. Baik Poirot maupun Miss Marple dirancang sebagai ‘pahlawan superbiasa’ yang muncul pada waktu yang tepat.

  1. Mengerjakan cerita seputar pembunuhan atau peristiwa tersebut

Dalam kisah khas Agatha Christie, adegan pembunuhan, atau adegan dengan ‘penyebab’, adalah adegan yang memicu sesuatu yang lain bergerak. Christie sering menyatakan bahwa dia akan merencanakan pembunuhan atau peristiwa terlebih dahulu dan kemudian mengatur pengantar, latar belakang, dan resolusi.

Hal tersebut akan memberinya jumlah zat dan rasa yang tepat. Dengan demikian, secara tradisional ada pertentangan di ‘awal, tengah, dan akhir’ tradisional. Adegan pembunuhan menjadi ‘awal’ hingga peristiwa ini terungkap.

  1. Berikan plot yang melingkar

Penulis hebat mana pun akan memberi tahu Anda bahwa bagian utama dari menulis cerita yang hebat adalah memastikan bahwa cerita itu tidak dapat diprediksi. Agatha Christie berusaha membuat pembacanya menebak-nebak sendiri. Dia akan memperkenalkan alur cerita yang besar menjelang akhir, ketika itu pembaca berpikir bahwa mereka telah menemukan jawabannya.

Sulit untuk menemukan nama yang dapat menyaingi Agatha Christie, tulis rediff.com, di dunia fiksi kriminal. Hal itu akan membuat karya sang ratu turun dari generasi ke generasi. Semoga tulisannya ini bisa membantu Anda yang akan merencanakan menulis cerita detektif misteri. Salam.

Baca juga:

Inilah Rahasia Sukses Agatha Christie dalam Menulis
Tagged on:                                 

4 thoughts on “Inilah Rahasia Sukses Agatha Christie dalam Menulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.