Hati-hati dengan alat vitalmu, eh, maksud saya, hati-hati dengan katamu. Sebab, kata memegang peran vital dalam komunikasi apalagi dalam komunikasi tertulis. Oke, jagalah alat vitalmu itu.

Dalam komunikasi tertulis, informasi yang ingin disampaikan hanya mengandalkan makna yang di kandung kata dan tanda baca. Berbeda dengan komunikasi lisan, gestur, intonasi, durasi, dan dialek amat membantu komunikan untuk memahami apa yang disampaikan pembicara atawa komunikator.

Nah, karena keterbatasan itu, kecermatan dalam menggunakan kata sangat diperlukan. Pemakaian kata yang serampangan dapat menyebabkan tujuan penyampaian informasi tidak terlaksana. Kalau ini yang terjadi, pesan yang ingin disampaikan penulis tidak terinformasi dengan baik. Maksud yang ingin disampaikan penulis tidak sama dengan yang ditangkap pembaca. Karena itu, ada nasihat klasik: kalau mempunyai maksud jangan cuma disimpan dalam hati tapi tuangkan lewat kecermatan memilih kata dan kalimat. Betul kan, peran kata amat vital. Mari kita lihat petikan teras berita sebuah tabloid:

  • Hewan yang satu ini memang rada menggelikan. Tapi, jangan buru-buru pesimistis. Pasalnya, usaha ini punya peluang bisnis yang menjanjikan.

Usaha apa yang ditawarkan? Topeng monyet, sirkus anjing. Pasti hal-hal yang berhubungan dengan kelucuan binatang yang tergambar dalam imajinasi pembaca. Memang citra itu yang dikandung kata menggelikan. Ternyata, yang dimaksud si penulis, setelah kita membaca tuntas tulisan ini, adalah ternak cacing. Berarti, teras berita ini telah gagal memberi gambaran yang jelas kepada pembaca karena salah memilih kata. Ketakcermatan memilih kata memang dapat mengacaukan informasi yang ingin disampaikan.

Bukan cuma itu, yang juga perlu dicermati adalah pembentukan kata. Pasalnya, pembentukan kata akan menyebabkan perbedaan makna yang jauh berbeda dengan kata asalnya. Misalnya, kendati memiliki dasar kata yang sama, bertanya dan mempertanyakan memiliki makna yang jauh berbeda. Sebab, pemberian imbuhan sama saja dengan membentuk kata baru dengan makna baru.

Banyak lagi yang perlu diperhatikan agar penyampaian informasi menjadi jelas. Karena itu, jangan cuma berkata-kata, lihat juga apakah informasi yang ingin kita sampaikan sudah benar atau belum. Salam.

Baca juga:

Jagalah Alat Vitalmu dalam Komunikasi Tertulis
Tagged on:                     

8 thoughts on “Jagalah Alat Vitalmu dalam Komunikasi Tertulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.