mobinovyc dari Pixabay

Sekarang kita akan bicara perihal penggal-memenggal. Seram ya. Jangan khawatir, ini persoalan yang ringan saja, asal tahu etikanya. Kita memotong hewan saja ada aturannya, masak ini memenggal manusia asal-asalan. Sadis.

Tidak usah baper. Manusia dipenggal mengikuti suku katanya sehingga menjadi ma-nu-sia. Ini memang persoalan memenggal kata. Masalahnya, ini banyak dikeluhkan. Kenapa media kita, bahkan penulis kita, asal-asalan dalam memenggal kata. Alasan yang klasik yang acap dilontarkan oleh orang media dan penulis adalah sistem yang tertanam dalam komputer yang memenggal. Saya tidak terlalu yakin, manusia kok kalah sama komputer. Tidak mau berusaha kali.

Aturan pemenggalan kata dalam bahasa Indonesia itu begini:

  • Apabila ada dua vokal berurutan atau dua konsonan berurutan, pemenggalan dilakukan di antaranya. Misalnya: main dipenggal menjadi ma-in, caplok dipenggal menjadi cap-lok bukan ca-plok
  • Jika di tengah kata ada huruf konsonan di antara dua vokal, pemenggalan dilaku-kan sebelum huruf konsonan. Misalnya: satu menjadi sa-tu, tugas menjadi tu-gas
  • Jika di tengah kata ada tiga buah huruf konsonan atau lebih, pemenggalan dilakukan di antara konsonan pertama dan konsonan kedua. Misalnya: infra menjadi in-fra, republik menjadi re-pub-lik
  • Kata berimbuhan dipenggal dengan mempertahankan keutuhan kata dasarnya. Misal-nya: mengajar menjadi meng-ajar, belajar menjadi bel-ajar
  • Tidak memenggal dengan menyisakan satu huruf. Misalnya:

Secara umum kita dapat mengatakan bahwa pemenggalan kata sebenarnya mengikuti pemisahan suku kata dari kata yang bersangkutan. Untuk mengecek apakah pemenggalan kata yang kita lakukan sudah benar atau belum dapat dilihat dalam Kamus Besar Bahasa Indonesia. Setiap kata dalam kamus tersebut sudah disusun disertai dengan penyukukataannya.

Namun, ada aturan yang tidak tertulis, yaitu nama orang, perusahaan, atau instansi. Diupayakan untuk tidak dipenggal . Jadi, sangat dihindari penulisan sebagai berikut:

Jika pemenggalan nama orang tidak terhindarkan, apa boleh buat susun kalimatnya harus diubah atau ditambahi dengan kata lain.

Ya, begitu aturan atau etika pemenggal kata yang wajib diketahui oleh penulis. Masalah ini seperti ringan, tapi menjadi memalukan ketika ada yang menelusuri siapa yang menulis tanpa mengindahkan kaidah bahasa. Salam.

Baca juga:

Jangan Asal Penggal, Ada Etikanya
Tagged on:                     
Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.