Akurat bagi penulis, bukan hanya berarti data dan faktanya harus benar, melainkan juga pilihan katanya. Mengapa begitu?

Keakuratan kata yang dipilih dalam kalimat mempengaruhi pesan yang akan disampaikan. Karena itu, nasihat penulis senior adalah kuasai kosa kata sebanyak-banyaknya. Selain tulisan menjadi lebih variatif kita pun dapat memilih kata yang paling tepat dengan maksud kita. Itulah, kendati kata bersinonim dapat dipertukarkan untuk lebih memvariasikaan kalimat, dalam situasi tertentu kita harus memilih kata yang paling tepat dan lebih dapat menggambarkan maksud kita. Sebab, memang tidak ada kata bersinonim yang sama persis 100%.

Untuk memilih kata yang akurat kita dapat mengikuti cara berpikir hiponimi (Cruse, 1987:136-155). Yaitu bahwa suatu kata bisa saja membawahkan kata-kata lain yang memiliki arti hampir sama. Dan, kata bawahan (hipogram) umumnya lebih spesifik pengertiannya. Jadi, ketika kita ingin menyatakan Cacing keluar dari dalam tanah, kita dapat memilih kata bawahan mana yang lebih memiliki suasana yang akan dibangun.

keluar:
menyeruak, menyembul, merekah, menonjol

Artinya, ketika kita menulis Cacing keluar dari dalam tanah, tidak ada masalah. Kalimat ini benar, tapi apa benar cacing keluar begitu saja. Selain itu, daya emotif dari kalimat tersebut kurang. Bandingkan bila kata keluar kita ganti hingga menjadi: Cacing menyeruak dari dalam tanah. Kata menyeruak lebih menunjukkan bagaimana proses keluarnya cacing dan lebih imajis.

Seperti juga pada kalimat Ayah membunuh anaknya. Untuk sebuah media khusus, kata membunuh menjadi tidak akurat, karena kurang menunjukkan proses, di samping terlalu umum. Jadi, ayah itu dengan cara apa membunuh anaknya. Nah, kata membunuh itu membawahkan kata apa saja

membunuh:
menusuk, menikam, menembak, menggantung, mengubur, mencekik

Kita bisa saja menulis Ayah menikam anaknya.

Di sini dapat disebutkan beberapa contoh kata dan kata bawahannya:

Melihat:
memandang, memperhatikan, meninjau, memeriksa, mengawasi, menyelidiki, mengamati, menonton

sirna:
lenyap, hilang, pudar, gaib

Abadi
baka, abadi, tetap, langgeng, lestari, kekal, awet

ujar
kata, tegas, tukas, potong, kilah, sergah, sanggah, maki, tawar, sapa, celetuk, gerutu, timpal, gertak, jawab, tampik

Jadi, dengan cara tersebut kita dapat memilih kata yang lebih spesifik, yang lebih sesuai dengan kondisi ketika kita menggambarkan keadaan sebenarnya secara tepat.

Ketika menulis kita wajib memperhatikan keakuratan data dan fakta, juga keakuratan kata. Itu semua agar tulisan kita tidak menimbulkan salah tafsir bagi pembaca kita. Salam

Baca juga:

Jangan Cuma Data dan Fakta, Kata pun Harus Akurat
Tagged on:                         

6 thoughts on “Jangan Cuma Data dan Fakta, Kata pun Harus Akurat

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.