Sepertinya agak riskan juga membicarakan kelamin ganda. Padahal, ini tidaklah berbicara soal transgender atau hewan hermaprodit semacam ular garter. Ini berbicara perihal perilaku kata. Ternyata ada kata yang memiliki kelamin ganda.

Sebenarnya yang dimaksud dengan kelamin ganda adalah kata yang menyandang dua atau lebih atribut kelas kata. Ada satu kata yang bisa masuk dalam kelas adjektif atau kata sifat, juga termasuk nomina alias kata benda. Karena memiliki dua kelamin, ada juga yang menyebut dua kewargaan, si kata tadi mendapat perlakuan yang berbeda.

Misalnya kata hormat. Kata ini bisa menjadi tiga kelas, yaitu kata benda, kata kerja, dan kata sifat. Dia menjadi kata benda dalam kalimat,

  • Dia memberi hormat.

Menjadi kata kerja dalam kalimat,

  • Saya hormat kepada orang tua itu.

Menjadi kata sifat pada kalimat,

  • Mereka sangat hormat.

Yang termasuk kata jenis ini seperti: jalan, hemat, ngeri, terang. Namun, Tentunya kita harus mencermati pemakaian kata tersebut. Seperti saya bilang tadi, kelas kata membuat perilaku atau perlakuan atas kata tersebut berbeda. Lihat saja contoh berikut:

  • Banyak bekas ban terbakar di jalan.
  • Sudah lama mobil itu tidak jalan.
  • Keluarga itu terkenal sangat hemat dalam pengeluaran.
  • Menurut hemat saya, itu tidak dapat dipertahankan.

Lihat saja kata jalan bisa menjadi kata benda dan kata kerja. Jalan kata benda menunjukkan tempat untuk dilalui orang atau kendaraan; jalan kata kerja menunjukkan bahwa mobil sudah lama berhenti. Hemat menjadi kata sifat dan kata benda. Hemat kata sifat menunjukkan perilaku yang tidak boros; hemat kata benda bisa merupakan sinonim dari kata pendapat.

Itu hanya sedikit contoh kata yang berkelamin ganda atau kewargaan ganda. Apakah nanti bisa tertukar maknanya bila menulis asal-asalan? Tentu saja tidak. Kita secara alamiah sudah mempunyai struktur kebahasaan yang baik, hanya kita acap bingung sendiri. Misalnya, ketika menulis selalu khawatir kata jalan yang kita pakai itu kata apa ya. Tidak usah begitu. Santuy saja, kalau kita salah memakai kata, kalimat kita pasti tidak enak.

Lagi pula, semua aturan kebahasaan dibuat dari fenomena yang ada dari pemakai bahasa. Tapi, tetap saja kecermatan diperlukan agar bisa menghasilkan pemakaian kata yang ciamik. Salam.

Baca juga:

Jangan Takut, yang Berkelamin Ganda ini Cuma Kata
Tagged on:                             

8 thoughts on “Jangan Takut, yang Berkelamin Ganda ini Cuma Kata

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.