Paul Horsley dari Pixabay

Tentu kita sudah mengenal kata hubung bahwa. Kata hubung atau konjungtor ini semakin lama semakin jarang dipakai. Ada apa?

Konjungtor atau kata hubung bahwa saat ini harus bersaing mati-matian dengan kalau. Acap kita temukan dalam media penggunaan kalau sebagai berikut Presiden Jokowi mengatakan kalau orang yang positif terpapar convid-19 masih terus bertambah. Jelas ini salah.

Kalau digunakan dalam kalimat bila menunjukkan hubungan bersyarat. Convid-19 akan hilang kalau masyarakat patuh menjalankan PSBB, ini merupakan contoh yang benar. Contoh pertama lebih tepat bila menggunakan bahwa, sehingga menjadi Presiden Jokowi mengatakan bahwa orang yang positif terpapar convid-19 masih terus bertambah.

Kesemena-menaan mengganti bahwa dengan kalau membuat orang meihat media sebagai biang kerok. Memang sih banyak orang menontoh media dalam berbahasa. Padahal, bahwa dalam pers kita juga dimusuhi. Fungsinya sebagai penghubung induk kalimat dengan anak kalimat kerap dinihilkan dan diganti dengan koma. Misalnya:

  • Mereka sudah menangkap isyarat bahwa dia pelakunya menjadi Mereka sudah menangkap isyarat, dia pelakunya.
  • Presiden menjelaskan bahwa di Indonesia harus bebas buta huruf menjadi Presiden menjelaskan, di Indonesia harus bebas buta huruf.

Kehadiran koma sebagai pengganti kata bahwa adalah wajib. Koma berguna untuk menghindari salah baca. Atau, tidak membuat pembaca melihat kalimat itu dua kali untuk menangkap maksud yang terkandung. Pasalnya, kalimat menjadi ambigu bila tanpa koma. Mereka sudah menangkap isyarat dia pelakunya, dapat saja ditafsirkan bahwa isyarat itu ternyata datang dari dia. Presiden menjelaskan di Indonesia harus bebas buta huruf, berarti presiden menjelaskan itu ketika berada di Indonesia.

Tidak semua bahwa

Tetapi, tidak semua kata bahwa dapat dihilangkan, terutama pada kalimat yang panjang. Misalnya:

  • Antonius, Irfan Nasution, dan Rini Suwandi, secara terpisah, sepakat bahwa salah satu penyelamat Astra dari bencana mobil murah tahun lalu adalah sepeda motor.
  • Belakangan, Doddy, yang analis saham itu, menebak-nebak bahwa Putera mencium gelagat, saham Astra sudah terlalu murah.

Bahwa pada dua contoh kalimat di atas sebaiknya memang tidak dihilangkan. Penghilangan bahwa dan diganti dengan koma hanya akan melelahkan pembaca. Sebab, kalimat itu menjadi penuh dengan koma dan membuat pembaca sedikit bingung. Coba saja:

  • Antonius, Irfan Nasution, dan Rini Suwandi, secara terpisah, sepakat, salah satu penyelamat Astra dari bencana mobil murah tahun lalu adalah sepeda motor.
  • Belakangan, Doddy, yang analis saham itu, menebak-nebak, Putera mencium gelagat, saham Astra sudah terlalu murah.

Demikianlah pemakaian kata bahwa yang acap digunakan di media, semoga kita bisa mencermati. Salam.

Baca juga:

Kasihan, Bahwa Dimusuhi di Sana Sini
Tagged on:                 

4 thoughts on “Kasihan, Bahwa Dimusuhi di Sana Sini

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.