lima ratus penulis satu mentornya

Setelah saya mengarahkan peserta penulisan feature untuk mengumpulkan artikel untuk menjadi buku, saya berpikir, sudah banyak juga saya mentoring menulis peserta kelas saya. Mereka menjadi penulis melalui buku karya.

Mentornya mereka hanya satu. Kalau dihitung, saya sudah mentoring menulis lebih dari lima ratus orang, baik yang formal di kelas maupun yang informal dalam workshop-workshop kecil. Mungkin juga akan bertambah dan terus bertambah. Bisa dibilang lima ratus penulis satu mentornya.

Saya merasa senang ketika orang-orang yang saya mentori bisa menyelesaikan tulisannya dengan baik. Untuk saya hadiahi mereka foto bersama buku kumpulan tulisan mereka dan saya. Dalam hati saya selalu bilang, telah lahir penulis-penulis baru. Harapannya, mereka tetap menulis meskipun sudah tidak mengikuti kelas menulis bersama saya lagi.

penulis satu mentornya

Tapi, memang tidak semua mulus mampu menulis. Bahkan ada beberapa yang terpaksa harus mengulang di semester berikutnya. Siapa mereka? Yang tertangkap menjiplak atau menyalin tempel tulisan orang lain, mereka yang tidak bisa menyelesaikan tulisannya karena malas atau alasan lain.

Mentoring menulis

Saya melakukan mentoring menulis hampir secara pribadi. Saya mafhum, tingkat kesulitan untuk menulis pada peserta berbeda-beda. Di situlah saya masuk secara khusus untuk mengurai kesulitan mereka. Kendati mereka menulis dalam satu kelas, namun mirip satu penulis satu mentornya, karena mentoring individu tadi.

Ada yang rajin megikuti instruksi atau berdiskusi untuk perbaikan. Tapi, terkadang ada orang-orang yang kurang disiplin. Ketika ada saran, tidak dijalankan. Akhirnya, tugas menulisnya tidak selesai. Yang begini sudah jelas tidak akan menjadi penulis yang baik, mentalnya sudah rusak. Mau satu mentonya atau pun lebih tidak membuatnya menjadi penulis yang bertanggung jawab.

Saya tidak hanya melatih mereka menjadi penulis pada kelas yang saya mentori. Saya melatih mereka menjadi orang yang bertanggung jawab atas apa yang dilakukan. Setiap perbuatan selalu ada konsekuensi yang harus dtanggung. Perbuatan baik akan mendapat ganjaran yang baik. Perbuatan buruk akan mendapat balasan yang kurang baik.

Saya sebenarnya sedih, ketika ada peserta kelas menulis yang tidak tidak lulus. Tapi, kejujuran adalah hal utama. Menyalin tempel karya penulis lain adalah perbuatan hina. Tidak bisa menyelesaikan tugas adalah kemalasan. Ketika mereka gagal jadi penulis, mentornya juga terkena dampak. Bagi saya itu tidak masalah.

Jangan salin tempel

Ada satu hal yang membuat saya marah ketika ada peserta yang menyalin tempel dan mengumpulkan sebagai tugas menulisnya. Sungguh perbuatan tidak terpuji. Manyalin tempelnya sudah hina, menyuruh saya mengoreksi tulisan orang lain kurang ajar. ini yang menyulut saya untuk mengatakan tidak ada maaf bagimu. Orang model begini tidak layak untuk menjadi penulis. Jika dalam satu kelas yang kebetulan, hanya satu peserta yang menulis sendiri, meskipun jelek, ini yang akan saya bimbing menjadi penulis yang baik. Itu tanggung jawab saya, sebagai mentornya.

Dari sekitar tiga kelas menulis, memang hanya ada satu mentornya, tidak lebih. Mengapa? Karena diharapkan setiap orang yang lulus dari kelas menulis ini memiliki kualitas yang sama. Namun, bayangkan dengan jumlah peserta yang banyak, tentu saja saya jadi makin tidak bertoleransi pada kesalahan. Kesalahan yang tak termaafkan adalah menyalin tempel, membuat tulisan yang strukturnya sama, hanya engganti kata-katanya. Pendeknya perialkua plagiarism adalah dosan yang tak terampuni.

Mereka tidak bisa menghindar, dari tiga kelas menulis cuma satu mentornya, saya. Mereka mau menunda tidak ikut kelas menulis ini, tetap akan bertemu saya pada semester berikutnya. Padahal, menurut peserta kelas menulis, saya cukup murah dan mudah bernegosiasi dalam memberikan nilai. Tapi, kalau sudah menyangkut plagiarism,saya buang jauh-jauh rasa kasihan dan kawan-kawannya. Hanya satu kata: tidal lulus alias TL.

Ah, ketika saya kumpulkan buku hasil karya teman-teman muda saya. Saya terhenyak cukup banyak juga orang yang saya mentoring menulis. Sebuah kerja bersama, saya mengarahkan, mereka yang menulis. Jadi boleh dong saya bilang, lima ratus penulis satu mentornya. Siapa mau jadi penulis, sayalah mentornya.

Baca juga:

500 Penulis Satu Mentornya
Tagged on:                     
Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.