Admiral Lebioda dari Pixabay

Ada permintaan yang aneh, bisa tidak lucu dalam setiap kalimat yang ditulis. Kok, permintaan seperti ini, bisa aneh ya.

Banyak persoalan dalam menulis naskah humor. Bukan hanya ketrampilan yang diperlukan, tapi juga berpikir bagaimana agar naskah yang kita buat benar-benar lucu. Apalagi, ada yang bilang program komedi atau lawak ukurannya adalah KPM atau Ketawa per Menit. Katanya, semakin pendek jarak waktu antara satu gerr dengan gerr berikutnya, berarti semakin lucu.

Tapi, itu hanyalah sebuah patokan yang tidak terlalu serius, tapi patut diperhatikan. Artinya, sebuah naskah lawak itu berbeda dengan naskah komedi situasi. Kendati sama-sama mengumbar kelucuan. Lawak menuntut kelucuan pada setiap segmen. Entah itu lucu karena permainan kata atau lucu karena kekonyolan belaka. Adapun dalam komedi situasi, kelucuan terbangun karena situasi yang masuk akal. Dengan begitu, setiap segmen tidak harus lucu.

Yang lebih konyol adalah permintaan seorang produser kepada saya di sebuah stasiun teve, dia meminta kalau bisa setiap perkataan sudah menimbulkan kelucuan, ketika saya baru saja menggantikan posisi penulis lama dalam sebuah program komedi . Si produser ini sepertinya panik, mungkin karena rating acara yang diampunya turun. Si produser agaknya lupa bahwa kelucuan terbangun dari set-up dan punchline.

Kebanyakan orang memang beranggapan, sebuah naskah humor harus mengandung kelucuan. Tapi, sebuah kelucuan tidak mungkin terjadi bila tidak ada interaksi. Lagi pula menulis humor tidaklah mudah. Sungguh memeras pikiran dan emosi.

Saya pernah membuka laptop sejak sepulang kerja (waktu saya masih kerja di media) sekitar jam sepuluh malam untuk menulis skrip tayangan komedi yang harus jadi besok paginya. Laptop terbuka sampai pagi dan layar monitor tetap bersih, karena tidak ada sepotong joke pun yang muncul di kepala meski sudah diupayakan dengan berbagai cara. Untungnya, saya bisa menyelesaikan naskah tersebut di detik-detik terakhir. Bikin humor enggak gampang, Bro.

Baca juga:

Lucu itu Harus Ada Lantarannya
Tagged on:                 

8 thoughts on “Lucu itu Harus Ada Lantarannya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.