MikePhotos dari Pixabay
Set-up dan Punchline

Ada pengetahuan utama yang harus dimiliki seorang penulis komedi, yaitu struktur joke yang terdiri dari set-up dan punchline. Tanpa pengetahuan ini, agak sulit untuk membuat orang tertawa. Kalau begitu, ayo deh, kita kenalan.

Dalam analisis joke yang umum, kedua bagian yang disebut skrip oleh Koestler dan Raskin disebut sebagai set-up dan punchline. Skrip yang disebut set-up merupakan bagian terpenting. Tugasnya meyakinkan orang bahwa yang kita katakan benar adanya. Maksudnya, dengan membaca set-up diharapkan orang berpikiran lurus atau linear sesuai dengan hukum logika. Secara gampang, set-up merupakan bagian yang harus disiapkan agar orang tertawa begitu mendengar bagian berikutnya. Atau, set-up merupakan bagian seriusnya.

Bagian kedua adalah punchline. Ini merupakan bagian untuk mengebom urat tawa. Atau, menurut Raskin, merupakan skrip yang berisi pertentangan. Bagian ini merupakan pembelokan logika dari set-up. Atau, bagian tidak seriusnya. Semakin besar ketidaklogisan semakin lebar ketawa berderai. Mari kita lihat:

(1) Semua orang geram berteriak siapa yang bertanggung jawab atas kisruh Daftar pemilih tetap (DPT). Dengan kalem Warto menyeletuk, yang bertanggung jawab yang menghamili.

(2) Seorang guru sedang mengetes pengetahuan kuliner murid-muridnya:
Guru : Asinan makanan dari mana?
Murid 1 : Bogor Pak Guru!
Guru : Betul anak-anak
Murid-murid : Betul!!!
Guru : Rujak cingur berasal dari?
Murid 2 : Jawa Timur
Murid-murid : Betul!!!
Guru : Pertanyaan kedua. Kue pancong berasal dari?
Murid 3 : Dari terigu?
Guru : Betuuuul….
Murid-murid : ?!?

(3) Ayah sedang berbicara dengan anaknya;
Ayah: Kamu harus pintar.
Anak: Iya, ayah.
Ayah: Kalau pintar, kamu bisa sekolah tinggi
Anak: Aku enggak mau sekolah tinggi.
Ayah: Kenapa?
Anak: Ayah kan tahu sendiri, aku takut ketinggian.
Ayah: Dasar anak dogol. Sekolah tinggi bukan Berarti sekolahnya di pohon kelapa. Pake takut segala.

(4) Jaka mandi secepat kilat, dia sudah sangat terlambat. Untung sekolah tempatnya mengajar ada di depan rumahnya. Karena itu, begitu selesai mandi dia langsung memakai baju dan sepatu lalu berlari ke kelasnya. Tapi, semua murid perempuannya menjerit histeris, dan murid pria tertawa terbahak. Demi menjaga wibawa Jaka marah.
“Doni, Satria, dan kalian semua, ada apa. tertawa,” kata Jaka sambil menunjuk kelompok murid pria.
Kelompok pria hanya diam.
“Rini, Wari, Dian,” Jaka menunjuk kelompok perempuan, “kenapa kalian histeris!”
Semua tidak ada yang bicara.
“Jawab, kalau kalian diam saja saya akan hukum push-up lima ribu kali.”
“Kami akan menjawab, tapi bapak jangan marah”
Tiba-tiba istri Jaka muncul.
“Pak, ini celananya kok belum dipakai.”
Semua murid Jaka tertawa ngakak.

Coba sekarang kita lihat mana set-up dan mana punchline. Dalam joke (1) set-up-nya adalah siapa yang bertanggung jawab atas DPT, punchline-nya adalah yang menghamili.Bertanggung jawab bermakna ambiguitas. Kenapa tiba-tiba muncul kata menghamili? Sebab, dalam urusan tanggung jawab, dalam percakapan sehari-hari tanggung jawab selalu berasosiasi kepada kasus-kasus kecelakaan atau hamil duluan.

Perbedaan persepsi itulah yang bisa membuat pembaca atau penonton tertawa atau paling tidak tersenyum. Pada joke (2), set-up-nya adalah pertanyaan guru yang dijawab dengan benar oleh muridnya. Puchline-nya ketika pertanyaan kue pancong berasal dari? Dari terigu. Di sini yang dimainkan adalah kata asal. Keambiguitasan kata ini diputar balik. Pada set-up, kata asal menunjukkan asal daerah, dan ini merupakan jawaban umum dari pertanyaan seperti itu. Pada punchline, kata asal dipelintir dengan makna terbuat dari. Ini merupakan jawaban tidak umum dari pertanyaan seperti itu. Maka tertawa pun bisa meledak.

Pada joke (3) set-up-nya adalah ucapan ayah perihal kalau pintar bisa sekolah tinggi. Ini merupakan percakapan umum seorang ayah agar anaknya bisa sekolah setinggi mungkin, sampai universitas. Puncline-nya ketika si anak mengatakan “tidak mau”. Well, itu bisa saja terjadi. Tapi, jawaban berikutnya dari si anak membuat kita tersentak atas ketidakmauannya karena dia takut jatuh dari ketinggian. Sebuah jawaban yang tidak umum.

Joke (4) merupakan komedi observasional. Set-up-nya adalah ketergesaan Jaka untuk pergi mengajar. Di sini ada jembatan untuk menuju punchline, yaitu anak-anak perempuan yang histeris dan anak-anak pria yang tertawa. Punchline-nya: Jaka ternyata tidak memakai celana.

Kesimpulannya: sebuah set-up hendaknya berisi pernyataan umum atau pernyataan sehari-hari, yang semua orang mungkin mengetahuinya atau setuju dengan logika yang linear tersebut. Punchline hendaknya merupakan pernyataan yang tidak umum. Dalam kondisi biasa tentu saja pernyataan itu tidak pernah ada; kendatipun ada, biasanya dalam situasi bercanda. Karena itu, tidak salah apa yang dikatakan Gene Perret, penulis komedi yang pernah memenangi tiga kali Ammy Award dalam penulisan naskah komedi, bahwa humor terbaik adalah yang berdasarkan pada kenyataan. The best humor is based on truth. Salam.

Baca juga:

Mau Menulis Komedi, Kenalan Dulu sama Set-up dan Punchline
Tagged on:                     

8 thoughts on “Mau Menulis Komedi, Kenalan Dulu sama Set-up dan Punchline

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.