melucu bukan melawak
Tertawa karena lucu / Nappy (Pexels)

Ada orang-orang yang memang ditakdirkan untuk lucu. Setiap omongannya lucu, semua orang yang berada di sekitarnya bisa tertawa terpingkal-pingkal. Tapi, dia bukan melawak. Di mana bedanya melucu dan melawak.

Melucu itu sudah biasa. Setiap orang pasti pernah melakukan itu, atau paling tidak pernah mencoba untuk melucu. Tapi, sebenarnya melucu itu apa? Perihal yang satu ini, saya mau sedikit bercerita.

Dulu ketika saya masih aktif menulis skrip komedi di televisi, para kreatif di stasiun teve mengusulkan agar temannya yang katanya lucu abis untuk ikut dimasukkan dalam cerita yang saya buat. Saya katakan orang bisa melucu belum tentu bisa melawak.

Rantai fantasi

Mereka mengeyel untuk memasukkan temannya itu. Ya sudah, masuklah orang tersebut dalam cerita dan ikut syuting bersama para komedian lain. Hasilnya, si teman itu gelagapan tidak bisa mengikuti irama permainan komedian. Kelucuannya yang menghebohkan komunitasnya seperti tidak ada artinya.

melucu1

Memang, akhirnya si teman tadi bisa membuat orang tertawa, tapi bukan karena joke-nya. Si teman itu membuat tawa karena menjadi bahan para komedian. Itu sama saja dengan “dibuli”.

Melucu adalah memanfaatkan kedekatan emosional atau yang biasa disebut chemisty untuk membangun kelucuannya. Karena itu, ada hal-hal yang lucu bagi suatu komunitas, tidak lucu bagi komunitas lain. Mengapa bisa begitu?

Dalam suatu komunitas ada yang namanya rantai fantasi. Citra atau imajinasi yang saling berkait antaranggota komunitas. Alhasil, bila citra lucu yang melintas, maka semua anggota akan tertawa. Nah, yang bukan anggota tidak terkait dengan rantai fantasi itu. Itulah yang mengapa yang lucu bagi komunitas itu tidak lucu bagi orang lain. Itu yang tidak disadari oleh teman-teman kreatif stasiun televisi itu.

Adapun melawak, bagi saya, itu proses profesional. Dia berusaha menghimpun kelucuan yang semua orang tahu. Atau, secara alami semua orang dianggap mengetahuinya. Ini tentu berbeda dengan konsep melucu tadi. Melawak melalui sebuah proses, melucu bisa seketika. Karena itu ada profesi pelawak tapi tidak ada profesi pelucu.

Joke itu pembeda

Joke sejatinya adalah pembeda antara orang yang melucu dan melawak. Melucu terkadang tidak memikirkan bagaimana agar orang bisa terbahak, meskipun sesungguhnya menggunakan formula joke. Namun, melawak pasti sudah memikirkan pada bagian mana orang akan dengan sukarela tertawa.

melucu2

Karena itu, pelawak akan memikirkan bagaimana membuat joke yang wow. Formula joke dibolak-balik biar bisa bikin ketawa. Itulah melawak, berusaha menggelitik urat tawa dengan bantuan perangkat, dalam hal ini formula joke.

Formula klasik joke, set-up dan punchline tentunya harus dicermati oleh para pelawak atau komedian. Set-up itu pengantar atau bisa juga dibilang pengecoh. Mengapa demikian? Setup adalah upaya meyakinkan pendengar atau penonton bahwa apa yang akan disampaikan benar. Selain itu, setup mengarahkan agar pendengar atau penonton berpikir linear.

Adapun punchline adalah kejutannya. Yang tadinya penonton atau pendengar diarahkan untuk berpikir logis atau linear tiba-tiba dibelokkan ke arah yang tidak terduga.

  • Misalnya joke: tumben jatuh cinta, biasanya jatuh dari pohon
  • Setup: tumben jatuh cinta
  • Punchline: jatuh dari pohon

Orang yang berpikir linear ketika bertemu pernyataan tumben jatuh cinta, pasti akan mengarah ke hal yang hampir serupa. Misalnya, tumben jatuh cinta biasanya cuwek sama cewek. Punchline membelokkan ke arah yang sama sekali tidak berkait dengan jatuh cinta, yaitu jatuh dari pohon. Tidak nyambung. Konon, semakin tidak nyambung semakin lucu.

Bisa beda bisa tidak

Joke-joke model begini yang biasanya dibuat oleh pelawak atau komedian. Susah juga ya jadi pelawak. Itulah makanya saya membedakan antara melucu dan melawak. Memang, kalau melihat hasil, antara keduanya tidak ada bedanya, yaitu, menimbulkan tawa.

Namun, seperti saya katakan, ada perbedaan yang siginifikan atara kedua istilah ini. Melucu spontan, meskipun melawak bisa juga spontan yaitu dengan berimprovisasi sesuai dengan kondisi dan situasi. Melawak adalah proses untuk menyiapkan kelucuan.

Kalau ada yang menyamakan keduanya. Bahwa melucu sinonim dengan melawak. Silakan saja. Tapi, perlu diingat, sinonim tidak berarti sama persis. Namun, saya melihat memang berbeda antara keduanya. Meskipun ada juga kesamaannya, ya itu tadi, membuat orang tertawa. Salam.

Baca juga:

Melucu Tidak Sama Dengan Melawak
Tagged on:             

2 thoughts on “Melucu Tidak Sama Dengan Melawak

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.