crazy dog

“Anak saya suka menceritakan anjingnya,” ujar pria Jerman itu dengan bahasa Indonesia yang fasih. “Anjingnya memang menggemaskan, dan agak aneh.”

Saya berjumpa Richard di sebuah tempat makan di Kota Wisata sebulan lalu. Dia membeli pizza untuk anak perempuannya yang bernama Amanda. Secara tak sengaja saya berbincang dengan pria berusia 35 tahun kelahiran Cologne, Jerman. Putrinya baru kelas tiga sekolah dasar, di sekolah internasional seputaran Cibubur.

Richard bercerita, pernah teman putrinya yang bermain ke rumah menjerit-jerit berlari dikejar anjing kesayangan Amanda yang bernama Benny. Namun, ketika anak itu akhirnya terjatuh, si Benny hanya menjilati. “Benny hanya ingin berkenalan,” ujar Richard.

Tapi, siapa yang tidak takut dikejar anjing yang berwajah sangar seperti bulldog. Ya, biarpun anjing ini lebih kecil . “Wajahnya mirip bulldong, tapi kecil. Ini pitbull jenis bully. Jadi, wajahnya bulldong, hatinya springer spaniel,” ujar Richard yang beristri orang Indonesia itu sambil tertawa kecil. O ya, springer spaniel itu jenis anjing yang ramah dan menyenangkan, wajahnya juga lembut.

Cerita tentang anjingnya

Richard bilang, Amanda sering bercerita hal-hal yang lucu tentang anjingnya. Benny ini, kata Richard, juga gemar menipu. Pernah Amanda menangis tersedu-sedu, karena si Benny diam tak bergerak. Amanda menduga Benny mati karena diracun. Semua orang disalahkan karena memberi makanan yang tidak sehat kepada Benny. Ternyata Benny hanya pura-pura mati. Sejak itu Amanda menjuluki Benny sebagai crazy dog.

“Bisa tidak cerita anak saya dibuat buku,” katanya. Saya agak terkejut, dari mana dia tahu saya adalah penulis dan trainer penulis. Dia menunjukkan hasil searching-nya di internet. Agaknya, ketika kami bertukar kartu nama, si bule ini langsung mencari nama saya di dunia maya.

“Bisa,” ujar saya spontan. Kenapa seperti itu? Aman sudah punya modal, yaitu kegemaran bercerita, yang tentu saja daya kreativitas imajinasinya bagus. Karena pada hakikatnya, tulisan adalah hasil reproduksi dari pengalaman.

Pesanan pizza Richard sudah selesai dibuat. Dia hanya mengangguk dan mungkin tersenyum, saya tidak bisa melihatnya karena tertutup oleh masker dalam situasi new normal alias kebiasaan baru ini. Namun, sebelum benar-benar pergi , dia berujar, ”Nanti saya hubungi membicarakan buku Amanda.”

Saya benar-benar tertarik dengan cerita Richard tadi. Cerita soal Amanda dan Benny si crazy dog sungguh memikat. Saya langsung membuat draf desain kovernya. Belum bagus benar, ya, namanya juga draf. Semoga Bung Richard itu berkenan. Salam.

Baca juga:

Menanti Datangnya My Crazy Dog
Tagged on:                     

7 thoughts on “Menanti Datangnya My Crazy Dog

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.