menulis menyembuhkan
MENULIS ternyata bisa juga menjadi media untuk terapi. Selama ini kita hanya mengenal media untuk terapi adalah menggambar, melukis, mendengarkan musik, atau tarian interpretatif. Metode ini bisa amat menarik bagi orang-orang yang memiliki minat artistik. Nah, menulis memberi jalan terapi dengan cara yang kreatif dan ekspresif .

Untuk menjalani terapi ini, orang tidak perlu menjadi penulis. Orang yang bukan penulis pun dapat merasakan manfaat dari terapi menulis. Yang dibutuhkan hanyalah selembar kertas, pena, dan motivasi untuk menulis.

Terapi menulis adalah bentuk terapi yang murah, mudah diakses, dan serbaguna. Terapi ini bisa dilakukan secara individual. Tapi bisa juga dipandu oleh seorang profesional kesehatan mental. Bisa dipraktikkan dalam kelompok, dengan diskusi kelompok yang berfokus pada menulis. Bahkan dapat ditambahkan sebagai suplemen pada bentuk terapi lain.

Menurut Centre for Journal Therapy, terapi menulis dapat membantu pengguna untuk mendorong pertumbuhan pribadi mereka. Selain itu, juga bisa menyalurkan ekspresi kreatif, dan merasakan rasa pemberdayaan dan kontrol atas kehidupan pengguna. Seorang psikolog klinis dari University of New South Wales, Karen Baikie, mengatakan bahwa menuliskan peristiwa-peristiwa traumatik, penuh tekanan serta peristiwa yang penuh emosi bisa memperbaiki kesehatan fisik dan mental.

Meski terapi menulis terkadang disamakan dengan catatan harian atau jurnal, sesungguhnya antara keduanya berbeda. Ada tiga perbedaan besar:

  1. Menulis dalam buku harian atau jurnal biasanya bentuk bebas, penulis menuliskan apa pun yang muncul di kepalanya, sedangkan penulisan terapeutik lebih terarah, dan sering kali berdasarkan pada dorongan atau latihan.
  2. Menulis dalam buku harian atau jurnal umumnya berfokus pada merekam peristiwa yang terjadi, sedangkan terapi menulis difokuskan pada memikirkan, menganalisis peristiwa, pikiran, dan perasaan.
  3. Menyimpan buku harian atau jurnal adalah pengalaman pribadi dan individu yang inheren, sedangkan terapi menulis umumnya dipandu seorang profesional kesehatan mental berlisensi (Farooqui, 2016).

Menulis ekspresif

Memang menulis jurnal bisa sangat membantu bagi, seperti membantu mereka meningkatkan daya ingat, merekam bagian-bagian penting dari hari mereka, atau hanya membantu mereka bersantai di akhir hari yang panjang. Ini tentu saja bukan manfaat sepele, namun manfaat potensial terapi menulis lebih jauh dari sekadar menulis dalam buku harian.

Pada individu yang mengalami peristiwa traumatis atau sangat menegangkan, menulis ekspresif dapat memiliki efek penyembuhan yang signifikan. Bahkan, peserta dalam penelitian yang menulis tentang pengalaman paling traumatis mereka selama 15 menit, empat hari berturut-turut, mengalami hasil kesehatan yang lebih baik hingga empat bulan kemudian (Baikie & Wilhelm, 2005).

Studi lain menguji latihan menulis yang sama pada lebih dari 100 pasien asma dan rheumatoid arthritis, dengan hasil yang sama. Para peserta yang menulis peristiwa paling stres dalam hidup mereka ternyata mengalami evaluasi kesehatan yang lebih baik terkait dengan penyakitnya (Smyth, Stone, Hurewitz, & Kaell, 1999).

Sebuah studi baru-baru ini menyatakan bahwa menulis ekspresif bahkan dapat meningkatkan fungsi sistem kekebalan tubuh, meskipun mungkin perlu dipertahankan agar manfaat kesehatan dapat berlanjut (Murray, 2002). Selain manfaat yang lebih konkret ini, penulisan terapi teratur dapat membantu penulis menemukan makna dalam hidup mereka, melihat hal-hal dari perspektif baru(Murray, 2002).

Nyatalah bahwa menulis memiliki manfaat lain. Bahkan, ketika tidak bermaksud untuk terapi menulis, kita sudah dapat memetik manfaat pula. Jadi, ayolah kita terus menulis. Salam.

Lihat juga:

Menulis Bisa Menyembuhkan Penyakit
Tagged on:             

7 thoughts on “Menulis Bisa Menyembuhkan Penyakit

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.