TERAPI puisi adalah bagian dari terapi menulis kreatif. Mengapa puisi? Karena puisi merupakan terapi untuk tubuh dan jiwa. Salah satu nilai terapeutik menulis puisi, menurut Bolton dalam bukunya “The Therapeutic Potensial of Creative Writing” (1999), membantu penulis menemukan sistem pengalamannya orang sakit dan yang mengalami tekanan batin.

Lebih lanjut seorang peneliti bernama Robin Philipp menjelaskan bahwa puisi memiliki efek menenangkan dan menenteramkan. Berdasarkan penelitian terhadap 196 orang di Inggris, Philipp menemukan bahwa tiga per empat merasakan membaca puisi dapat mengurangi stres. Dua per tiga merasakan bahwa menulis puisi juga memiliki efek yang serupa dengan membaca puisi.

Menulis puisi bisa menumbuhkan rasa percaya diri dan bangga secara alami. Jelaslah, menulis puisi memang mempunyai pengaruh yang baik. Namun, Bolton menjelaskan lagi, menulis terapeutik berfokus pada proses bukan produk.

Jadi, boleh dibilang, puisi yang ditulisnya merupakan puisi ekspresi. Biarkan kata-kata bebas berkeliaran. kata-kata yang muncul adalah gerakan pikiran. Kata-kata yang muncul tidak perlu masuk akal secara rasional. Puisi spontan mengundang wawasan baru untuk muncul.

Menulis puisi ekspresif adalah cara untuk mendengarkan suara asli yang bersumber dari dalam. Henry Miller, seorang penulis asal Amerika, menemukan suara aslinya dengan membiarkan dirinya menulis dari tepi pikirannya, “Segera saya mendengar suara saya sendiri, saya terpesona: fakta bahwa itu adalah suara yang unik dan terpisah yang menopang saya. Tidak masalah untuk saya jika apa yang saya tulis harus dianggap buruk.”

Lantas, apa manfaat terapi puisi?

Ternyata, ritme puisi bisa menimbulkan musik verbal dari suara asli Anda. Bukan hanya itu, sifat abstrak puisi dapat lebih mendukung ekspresi emosi menyakitkan yang mungkin terasa terlalu mengancam untuk diungkapkan secara langsung. Selain itu, puisi yang ekspresif secara bertahap dapat melepaskan jejak pengalaman yang menantang dengan cara yang lembut dan terinspirasi. Sampai akhirnya, puisi dapat membingkai ulang emosi yang sulit melalui ekspresi verbal yang bebas.

Nah, ayo kita menulis puisi. Soal bagus dan buruk adalah soal jam terbang. itu juga tidak terlalu penting bila tujuan kita menulis puisi untuk menyehatkan jiwa kita. Salam.

Lihat juga:

Menulis Puisi Lebih Menyehatkan Jiwa
Tagged on:                     

One thought on “Menulis Puisi Lebih Menyehatkan Jiwa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.