mood harus sama
Mood atau emosi / Teetasse (Pixabay)

Biar tulisan kita makin ciamik, harus ada kesamaan mood atau emosi antara kondisi diri kita dengan apa yang akan kita tulis. Caranya?

Intinya, dalam menulis itu mood harus sama dengan apa yang akan kita tulis. Kalau kita sedang sedih, kemudian harus menulis sesuatu yang menggembirakan. Wah, bisa setengah mati. Emosinya beda. Tapi, bukan berarti tidak bisa.

Memang kesamaan mood dengan apa yang kita tulis akan memperlancar urusan tulis menulis kita. Namun, bila mood tidak sama dengan apa yang akan kita tulis, jangan dipaksakan. Hasilnya tidak bagus. Kita harus berusaha menghilang mood negatif itu dulu.

Cara menghilangkannya bisa dengan relaksasi dengan pernapasan yang teratur. Konsentrasilah untuk menghadirkan emosi yang sama. Bisa membayangkan dalam imajinasi kita hal-hal yang menggembirakan yang pernah kita alami.

Hilangkan dengan relaksasi

Menurut pengalaman, metode begini cukup berhasil. Terutama untuk tulisan yang memang menggunakan emosi sebagai pijakan dalam menulis. Yaitu cerita fiksi. Kalau tulisan nonfiksi, agaknya hal-hal yang berkait untuk menyamakan emosi atau mood tidak terlalu penting.

Jika sudah berusaha relaksasi, tidak juga berhasil membuang mood atau emosi buruk, ya, pakai metode lain. Buanglah emosi negatif itu dengan teknik ketukan atau EFT. Dengan mengetuk pada titik tertentu pada tubuh kita, lalu embuskan napas untuk membuang emosi negatif itu. Biasanya emosi kita jadi lebih stabil.

Untuk tulisan nonfiksi, tidak perlu kesamaan mood dan emosi, yang diperlukan adalah kesiapan untuk menulis. Ada bahan atau data yang akan ditulis. Sudah punya kerangka apa yang akan ditulis. Ya, sudah cus, langs menulis. Emosi atau mood memang sedikit banyak berpengaruh dalam menulis, untuk menulis. Pengaruh emosi bisa diminimalkan dengan konsentrasi pada materi yang akan ditulis.

Memang, emosi atau mood harus sama dengan yang akankita tulis, tapi usaha kaku-kaku amat. Biarpun mood tidak sama dengan yang akan kita tulis,, penulis haruslah menulis. Apa pun hasil tulisan kita, menulis tetap merupakan upaya terbaik untuk memperbaiki kemampuan menulis kita. Masih ingat dengan penulis ulung Graham Greene https://www.triadisarwoko.com/setiap-hari-graham-greene-menulis-500-kata/ yang setiap haris menulis 500 kata. Contohlah dia. Salam.

Baca juga:

Mood Harus Sama dengan yang Kita Tulis
Tagged on:                 

5 thoughts on “Mood Harus Sama dengan yang Kita Tulis

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.