ngejoking bukan joging

Masih bahas soal gokil. Kali ini bagaimana kalau ngegokil pakai joke. Pasti lebih seru.

Sekarang kita akan melihat ngejoking itu lain dengan joging ya. Joking itu bahasa Indonesianya bisa dipadankan sama ngelucu. Yaitu mengeluarkan joke demi joke. Nah, kalau joging, mengeluarkan tenaga buat lari-lari kecil, bikin sehat. Kalau ngejoking, bisa bikin gokil.

Jadi, perbuatan teman gokil kamu yang bisa membuat tertawa teman-teman kamu lainnya adalah ngejoking, bukan joging ya. Teman gokil kamu itu melontarkan joke ke urat tawa teman-teman kamu yang lain. Kalau aku sih, daripada melontar joke mendingan melontar jumrah. Eaaa….

Ada cara cepat biar bisa ngejoking, yaitu dengan menghafal joke-joke yang bertebaran. Risikonya, bisa jadi ada teman kita yag sudah pernah dengar joke tersebut. Daripada kamu menghapal joke sekian banyak, kenapa enggak bikin joke sendiri. Lagian kalau menghapal banyak-banyak, capek deh. Ngomong doang sih enak? Bikin joke itu susah tahu. Makanya, jadi orang tajir jadi enggak susah melulu. Walah, apa hubungannya.

Maksud aku begini, bikin joke enggak susah kalau tahu teorinya. Ngomong sama ember saja sana; kalau begitu, semua orang juga tahu. Dengar dulu, aku cuma mau bilang bahwa bikin joke enggak serumit bikin kue tart atau brownies. Begitu kamu tahu teorinya, pasti langsung bisa bikin joke.

Tapi, joke kan punyanya para pelawak? Kuno, kalau kamu bilang begitu. Semua orang pada dasarnya memproduksi joke ketika berusaha melucu. Hanya, memang ada orang yang bisa menangkap situasi lingkungannya dalam seketika untuk dijadikan joke sehingga bisa menimbulkan tawa.

Kalau kamu bukan model orang yang bisa menangkap situasi, no problem kamu masih bisa belajar lagi sama hansip. Duh, emangnya mau belajar menangkap maling. Maksud aku, kamu masih bisa tetap merebut hati teman-teman kamu dengan lelucon khas kamu. Lagian bikin joke itu gampang, seperti aku bilang tadi.

Cara bikin joke

Nah, sampai juga kita ke bagian bikin joke. Joke pada prinsipnya berusaha membuat orang percaya atau terbawa dengan logika yang kita bikin kemudian kita sadarkan ke dalam kenyataan bahwa logika itu salah; dan meledaklah tawa.

ngejoking 1

Gampangnya, logika yang lurus tahu-tahu kita bengkokkan pada bagian akhir. Ada yang bilang, joke itu logika mencong. My friend is bukan orang yang sabar, makanya his eyes melotot dan bilang: capek, jangan ngomong melulu, langsung cara bikin joke saja.

Ya, jangan sewot gitu. Tapi, kamu kan tetap harus tahu struktur joke dulu. Joke terbagi dalam dua bagian. Ada yang namanya set up ada yang namanya punchline.

Set up itu merupakan bagian untuk menjebak teman-teman kita. Bagian ini berisi pernyataan-pernyataan yang sesuai dengan logika. Kalau enggak sesuai? Cari nomor yang lebih kecil, pinggang kamu kan kecil. Bercanda mulu, aku enggak lagi ngepas celana. Oke, kembali ke laptop, pernyataan di set up harus bisa meyakinkan pendengar kita. Misalnya: tumben Jaka jatuh cinta.

Kita ke bagian kedua, punchline. Bagian ini merupakan bagian yang menjebak. Analoginya ibarat kita menuntun orang buta bukannya dituntun ke jalan tapi malah dijeburkan ke got. Atau, sama seperti orang mau duduk tapi bangkunya digeser hingga terjatuh. Puas belum? Mendingan puas, daripada benjol.

Ini dia setup dan punchline-nya

Jadi, mari kita mulai dari set up tadi yang berbunyi: tumben jaka jatuh cinta. Bagaimana bila set up kita padukan dengan punch line yang berbunyi: biasanya jatuh dari pohon. Selengkapnya joke tersebut berbunyi: Tumben jaka jatuh cinta, biasanya jatuh dari pohon.

Yang bikin lucu, jatuh cinta dibandingkan dengan jatuh dari pohon. Yang orang di seluruh dunia juga tahu di antara keduanya enggak ada hubungannnya. Enggak nyambung. Kalau begitu, kita lihat joke-joke berikut. Terus kamu tebak kenapa bisa lucu.

  • Habis SMA babe gue nyuruh gue ke perguruan tinggi, tapi itu enggak mungkin, gue kan takut ketinggian.

Setup joke di atas habis SMA babe gue nyuruh gue ke perguruan tinggi. Pernyataan yang biasa saja. Emang begitu habis SMA kalau enggak kerja ya kuliah di perguruan tinggi. Yang bikin urat tawa bergetar, ternyata tinggi di perguruan tinggi dibandingkan dengan ketinggian yang berarti tempat yang tinggi di punchline-nya. Dari joke di atas kita juga masih bisa bikin punchline kedua. Yaitu:

  • Babe gue marah dan bilang, Sanip ada-ada aja lu. Sekolah di perguruan tinggi, bukan berarti sekolahnya di pohon kelapa.

Sekarang kita lihat joke kedua:

  • Kalau mau buka puasa, gue enggak bisa jauh dari Rani. Soalnya, berbuka kan harus dengan yang manis.

Betul. Setup-nya kalau mau buka puasa, gue enggak bisa jauh dari Rani. Puncline-nya berbuka kan harus dengan yang manis. Makanan yang manis dibandingkan dengan orang yang manis (cantik).

Nah, sudah bisa kan bikin joke sendiri. Joging pagi pasti enggak sepi lagi, karena bisa sambil ngejoking. Salam.

Baca juga:

Ngejoking Sudah Pasti Bukan Joging
Tagged on:             

6 thoughts on “Ngejoking Sudah Pasti Bukan Joging

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.