niatnya mau ngelucu
Tertawa / Lenka Fortelna (PIxabay)

Kemarin kita sudah bahas cara ngejoking, Tapi, bagaimana kalau kita sudah capek-capek bikin joke, teman-teman pada enggak tertawa. Pasti ada yang salah.

Memancing tawa teman kita susah-susah gampang. Terkadang kita sudah menyiapkan joke-joke unggulan kita, ternyata teman kita enggak juga tertawa. Ini bisa jadi perkara. Niatnya mau bikin heboh dan meriah, malah memanen cemooh.

Jangan sedih kalau mengalami hal seperti itu. Ada beberapa faktor yang menyebabkan joke kita enggak bisa meledakkan tawa.

Klise

Joke bisa lucu karena kesegarannya. Karena dalam joke itu ada sesuatu yang baru yang mengejutkan orang yang membaca atau mendengarnya. Makanya jangan menggunakan joke basi atau klise. Klise? Emangnya foto zaman dulu, pakai ada klisenya. Ah, susah ngomong sama orang yang wawasannya kurang.

Lantas aku menjelaskan pada temanku bahwa klise itu berarti kita menggunakan satu joke secara berulang-ulang. Joke yang sudah dipakai sama orang kita pakai juga. Dia mengangguk-angguk, tapi aku enggak yakin dia mengerti. Soalnya, aku lihat matanya merem. Tidur.

Nah, biar jangan tidur,… eh, biar jangan klise, sebaiknya kita jangan menggunakan sumber-sumber joke yang terbuka untuk umum, seperti di internet atau buku humor. Itu sama saja mengantar nyawa ke hadapan teman-teman kita sendiri.

Gampangnya, joke-joke klise itu enggak punya efek kejut. La, gimana mau terkejut, teman-teman kita sudah tahu punchline dari set-up yang kita lontarkan. Misalnya:

  • gue enggak enak nih sama lu?
    ¬- kalau enggak enak, dikasiin ke
    kucing aja.
  • gue lagi bingung nih?
  • kalau bingung, pegangan.

Kalau enggak enak, dikasiin ke kucing; dan kalau bingung, pegangan adalah punchline umum. Setiap orang ketika mendengar orang berkata “bingung”, pasti akan bilang “pegangan aja”, juga setiap orang ketika mendengar “enggak enak” pasti akan bilang “dikasiin ke kucing”. Ini merupakan puncline umum dan klise. Sebaiknya dihindari puncline seperti ini kalau pengen kamu kelihatan benar-benar gokil.

Serius banget, yang santai aja enggak usah cepat-cepat begitu, Belanda masih jauh. Aku menoleh ke temanku. Nah, belanda masih jauh, itu juga merupakan punchline kuno dan klise.

Memang terkadang puchline klise masih bisa membikin heboh. Tapi, lebih baik enggak usah dipakai kalau berniat bikin teman-teman kamu ngakak. Soalnya, lebih banyak gagalnya.

Lain komunitas lain joke-nya

Yang juga membuat sebuah joke enggak bisa memancing tawa teman-teman kita adalah enggak nyambungnya joke dengan audiens. Temanku menyela bahwa solusinya gampang, yaitu tinggal disambung aja. Aku kesal banget, aku melotot, dia cengangas-cengenges. Enak saja ente ngomong tinggal sambung, emangnya lagi ngomong soal tali yang putus. Grrrrr….aku remes juga nih anak….

Oke, kita turunkan emosi dulu. Aku tarik napas dulu. Ada beberapa hal yang bikin joke kita enggak nyambung. Niatnya yang tulus dari teman kita mau bikin tertawa bisa hancur lebur karena hal ini.

Bisa jadi audiens enggak mengerti apa yang ingin disampaikan dalam joke. Karena itu, kita jangan terjebak sama joke lokal. Maksudnya, ada joke-joke tertentu yang sangat lucu dalam komunitas lain, tapi jadi enggak lucu ketika kita lontarkan di antara teman-teman kita. Kenapa bisa begitu?

Coy, kalau mau menjelaskan, ya, jelaskan saja jangan pakai bertanya segala. Aku cuma diam mendengar komentar friend-ku yang bawel itu. Habis, kalau aku melayani omongannya, ogah deh, memangnya aku pelayan, he he he….

Aku lanjutkan lagi dengan contoh.

  • Melihat teman kita lagi cengar-cengir sendiri. Lalu kita bilang, jangan cengar-cengir sendiri mau kayak Baron. Lantas, semua tertawa.

Kenapa tertawa, karena semua mengetahui kalau cengar-cengir sendirian di depan sekolahan bisa didatangi orang gila bernama Baron karena dianggap temannya. Tapi, kalau joke ini kita gunakan di komunitas teman-teman kita yang lain, sumpah, mereka enggak akan tertawa. Soalnya, mereka enggak tahu siapa itu Baron dan bagaimana tingkah laku si Baron.

Jadi, begitu kalau joke kita kurang lucu, mungkin hal-hal tersebut yang menjadi penyebabnya. Tapi, kalau niatnya memang mau melucu, sudah bagus sih. Kalau tidak lucu, ya, belajar lagi. Salam.

Baca juga:

Niatnya Mau Bikin Tertawa Malah Diketawain
Tagged on:             

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.