pisang ambon

Pasti sudah tahu pisang ambon, tapi tahu tidak, buah yang satu ini bukan berasal dari kota yang berjuluk kota musik di Indonesia itu. Lalu, dari mana kata ambon itu berasal. Ada beberapa versi yang menjelaskan mengapa kata ambon melekat pada pisang ini. Soal bagaimana penjelasannya, silakan disimak.

Pisang ambon, tahu dong. Buah ini populer karena rasanya yang manis. Sudah begitu sangat mudah didapat di pasar. Enggak heran, pisang yang satu ini termasuk buah yang terpopuler di Indonesia. Eit, terpopuler di dunia juga lo.

Pisang Cavendish ini memiliki banyak manfaat. Sebagaimana ditulis pada situs DW, manfaat pisang antara lain: dapat meningkatkan kekebalan tubuh, memperlancar metabolisme tubuh. Selain itu, juga dapat memperlancar aliran oksigen ke otak.

Ukuran pisang ambon terhitung besar. Buah ini berukuran sekitar 17 cm hingga 23 cm. Diameternya 3,5 cm hingga 4 cm. Pisang ini bila sudah matang akan berwarna kuning merata dengan warna putih pada daging pisangnya. Yang penting juga, selain manis, pisang ini terasa lembut di lidah. Satu sisir pisang ini paling tidak berisi sekitar 20 buah pisang.

Yang membuat pisang ini populer, selain rasanya yang manis juga kandungan zatnya yang amat besar manfaatnya. Pisang mengandung serat dan vitamin A. Tahu dong, serat amat berguna bagi pencernaan kita. Dibandingkan dengan apel, pisang memiliki kandungan karbohidrat dua kali lebih banyak. Selain itu, kandungan vitamin A-nya lima kali lebih banyak ketimbang apel.

Yang lebih penting, pisang juga mengandung kalium dan magnesium. Kedua mineral ini dapat membuat tubuh kita tetap bugar. Bahkan kalium dapat menjaga agar kebutuhan pelumas pada sendi tetap terpenuhi.

Yang menjadi soal, mengapa pisang Cavendish yang satu ini disebut pisang ambon? Apa karena berasal dari Ambon? Kalau memang begitu, bagaimana ceritanya.

Ternyata pisang ambon bukanlah berasal dari Ambon. Di kota yang berjuluk manise, yang merupakan akronim dari maju, aman, nyaman, indah, sehat, sejahtera, pisang ini disebut pisang meja. Barangkali karena selalu disajikan di meja. Sebutan ambon pada buah ini, bisa jadi , berasal dari kata ambun atau embun yang berarti lembut. Memang kalau kita merasakan, sebagaimana disebut di bagian atas, pisang ambon memang lembut dan tidak ada bijinya.

Nama generik

Namun, ada pendapat lain yang datang dari Afdol Tharik, pengajar bahasa di Universitas Indonesia. Dia mengatakan bahwa sebutan itu terjadi, karena orang Ambon ketika merantau selalu membawa buah jenis ini. Karena itu, buah pisang yang selalu mereka bawa itu dinamakan pisang ambon. Pendapat pak dosen, sebagaimana disampaikan di channel youtube Trans7, sepertinya berusaha mengepas-paskan saja. Kalau begitu, bagaimana dengan bika ambon yang ternyata tidak ada hubungannya sama sekali dengan Ambon.

Sudahlah, itu kan hanya pendapat. Bisa jadi ada pendapat lain lagi mengenai asal-usul kata ambon yang melekat pada buah jenis ini. Namun yang jelas, pisang ambon merupakan nama generik. Apa itu nama generik?

Nama generik adalah nama asal. Artinya, itu memang nama jenis untuk benda. Biasanya nama-nama ini tidak ada hubungannnya dengan nama wilayah. Seperti sebutan garam inggris, tidak ada hubungannya dengan inggris. Lalu, ada juga pepaya california yang tidak ada hubungannnya dengan California di Amerika Serikat. Ayam bangkok, jambu bangkok, memangnya dari Bangkok?

Bagaimana menuliskan nama generik? Nama wilayah atau geografi yang terkandung dalam makanan tidaklah perlu ditulis dengan huruf besar. nama ini bukanlah nama wilayah, melainkan nama jenis atau generik. Misalnya, bika ambon bukanlah nama makanan yang berasal dari Ambon, tetapi nama makanan. Nah, sebagai nama generik, dalam penulisannya kita tidak perlu menggunakan huruf besar untuk kata ambon.

Begitu, bagaimanapun asal-usul kata ambon, penulisannya harus mengikuti aturan, yaitu huruf kecil: pisang ambon. Itu penulisan yang benar untuk nama generik dalam bahasa Indonesia. Salam.

Baca juga:

Pisang Ambon yang Bukan dari Ambon
Tagged on:                 

2 thoughts on “Pisang Ambon yang Bukan dari Ambon

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.