Kalau ada yang bilang, dia tidak bisa menulis. Berarti dia sedang berbohong. Mengapa? Menulis adalah perwujudan tertulis dari bahasa lisan. Kalau kemudian dia bilang tidak bisa mengeluarkan satu patah kata pun ketika sudah di depan laptop. Itu juga bohong. Masak hanya mengucapkan satu kata saja tidak bisa. Kalau bilang, betul, tidak bisa.

Nah, mulai saja dari kata tidak bisa. Bro, sebuah kalimat bisa dimulai dari satu kata, apalagi ini dua kata. Ayo, coba kita kembangkan tidak bisa tadi. Tidak bisa bisa kita tambahi dengan kata lain, misalnya tidak bisa apa-apa. Sekarang kita punya tiga kata. Pertanyaannya, siapa yang mengatakan tidak bisa apa-apa? Saya. Ya, sudah, tambahkan hingga menjadi Saya tidak tahu apa-apa. Bravo, Anda sudah membuat satu kalimat.

Mau lanjut? Pertanyaan berikutnya, saya tidak bisa mengenai hal apa? Menulis. Oke, ditambahkan saja hingga kalimat kita menjadi lebih panjang. Saya tidak bisa apa-apa mengenai menulis.

Terbukti kita bisa menulis dari apa yang kita pikirkan. Ingat menulis, jangan hanya ada di pikiran. Kalau kita ingin menulis mengenai apel. Tulis saja apel. Karena yang ada di pikiran kita memang hanya ada kata itu. Lalu yang terlintas di pikiran kita rujak, ada penumpang, kayu, sikat. Kita kumpulkan kata itu, buatlah kalimat. Misalnya, rujak apel ditawarkan kepada penumpang yang membawa kayu dan sikat.

Latihan dengan menggunakan jembatan kata-kata ini bisa terus dilakukan. Setiap terlintas kata di pikiran kita, tuliskan. Ada lima kata, tuliskan menjadi kalimat. Ada sepuluh tuliskan. Kalau satu kalimat terlalu panjang, buatlah menjadi dua kalimat.

Misalkan, kita punya kata duka, setia, kerupuk, akhirat, dua, celana, cemburu, senyum, kulkas, buku, sepeda, sabuk. Ayo kita jadikan kalimat.

Dia berduka. Suaminya yang setia meninggal karena makan kerupuk dan hanya meninggalkan dua celana. Meskipun sebelumnya dia cemburu melihat senyumnya. Kini yang ada tinggal kulkas, buku, dan sepeda yang dia beli sendiri. Ah, untung masih tertinggal sabuk kesayangan suaminya.

Metode jembatan kata ini kalau dilakukan rutin bisa mengubah kebiasaan kita. Meskipun kalimat yang dihasilkan kurang bagus dan kurang bermakna, tidak masalah. Hasil akhirnya, kita bisa menghapus kalimat Saya tidak bisa menulis. Bro, rasa tidak bisa itu harus dilawan. Berlatih terus, hingga suatu ketika kita bisa menghasilkan tulisan yang lebih terarah. Salam.

Baca juga:

Satu Kata Bisa Bikin Suami Meninggal karena Makan Kerupuk
Tagged on:                     

5 thoughts on “Satu Kata Bisa Bikin Suami Meninggal karena Makan Kerupuk

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.