saya menulis lucu

Ketika saya mulai menulis lakon lucu untuk lenong kampus dan televisi, banyak yang terhenyak. Ketika buku saya yang bertajuk Sukses Melawak: Cara Jitu Mempersiapkan Kreatif Komedi hingga Performance terbit, banyak juga yang tidak percaya.

Karakter saya yang, katanya, serius tidak sesuai dengan tulisan lucu saya yang penuh canda. Malah, teman penulis senior, di dalam mobil sepulang dari Anyer setelah diinapkan di hotel untuk mengebut menulis naskah untuk program komedi ramadan sebuah stasiun televisi, pernah mengatakan kepada saya, “sebagai penulis komedi, kamu itu kurang jahil.” Apakah memang harus berelasi antara tulisan dan karakter seseorang penulis. Ukuran kepantasan terkadang menyesatkan.

Menulis humor atau komedi itu adanya di pikiran bukan di karakter. Penulis humor adalah orang yang imajinasi visualnya kuat. Ketika menulis skrip komedi, penulis sudah tergambar bagaimana adegan lucunya, bagaimana cara bicaranya, bagaimana kostumnya. Humor itu grafis. Karena grafis, seorang penulis bisa tertawa sendiri ketika menulis naskah humornya.

Perihal tertawa sendiri ketika menulis, ini juga bisa menjadi alat uji. Kalau penulis tidak tertawa dengan tulisannya sendiri, bagaimana orang yang menonton. Kalau penulis humor tertawa dengan tulisannya yang dibuatnya, ada harapan besar pemirsa yang menonton atau membaca akan merasa lucu.

Apa semua penulis merasakan seperti itu? Bisa ya, bisa tidak. Kalau saya, meyakini itu. Toh, perihal yang satu ini, juga dinyatakan oleh Judy Carter, penulis, motivator, dan coach komedi, itu bilang, “We funny people are not normal.” Penulis komedi memang tidak normal, tertawa-tawa sendiri ketika menulis.

Namun, ada yang lebih netral. Seorang teman yang menulis buku Bob Sadino bilang, kalau mau menulis lucu, ya, memang harus membayangkan yang lucu. Kalau mau menulis sedih, ya, membayangkan yang sedih. Kalau mau menulis yang romantis, ya, bayangkan yang romantis. Begitu saja kok repot. Ya, bolehlah.

Yang lebih penting, meskipun cara menulis berbeda, tujuan semua penulis adalah sama. Memberi hiburan dan mendidik. Salam.

Baca juga:

Saya Menulis Lucu, Kalian Tidak Percaya
Tagged on:             

One thought on “Saya Menulis Lucu, Kalian Tidak Percaya

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.