pixabay

Banyak cerita perihal sejarah ojek. Ada yang bilang, itu dimulai pada tahun 1970-an di Jakarta, dan seterusnya. Kita tidak akan bicara soal sejarah, tapi mengapa disebut ojek bahkan ada yang bilang ojeg. Ini saja sudah menjadi persoalan, mana ejaan yang benar.

Tentu saja kita sudah tidak asing dengan kata ojek atau ojeg. Mana yang benar ojek atau ojeg? Atau memang keduanya memiliki makna berbeda seperti halnya telor dan telur. Mari kita telusuri.

Ada yang bilang ojek itu diserap dari bahasa Inggris object yang kemudian diindonesiakan menjadi objek, lalu berkembang menjadi ngobyek yang memiliki makna mencari penghasilan tambahan. Nah, dari sini kemudian lahir kata ojek ketika menggunakan sepeda atau sepeda motor dalam mencari penghasilan.

Rasanya penjelasan ini kurang memuaskan. Penjelasannya yang lebih masuk akal bahwa ojek atau ojeg itu merupakan perpaduan antara oto dan jegang (ngajegang). Kenapa bisa oto?

Pernah dong mendengar kata otobus, otomobil. Oto sebenarnya juga merupakan kependekan dari otomatis. Ketika kendaraan bermesin mulai dikenal di tanah Melayu, mereka menganggapnya sebagai bisa berjalan sendiri atau otomatis tanpa perlu ditarik hewan, seperti halnya delman atau sado. Karena itu, otobus secara harfiah saat itu diartikan sebagai bus yang bisa berjalan sendiri (tanpa perlu ditarik hewan), begitu juga dengan otomobil. Bahkan, sepeda motor bisa masuk dalam kategorti oto, karena tidak ditarik hewan.

Akan halnya menjadi ojek atau ojeg, itu karena orangnya duduk sambil ngajegang (bahasa Sunda). Adapun oto adalah sepeda motor itu sendiri. Jadi oto+ngajegang = ojeg. Mengikuti penjelasan ini, jasa membonceng sepeda motor mestinya dieja ojeg bukan ojek.

Namun, yang jadi persoalan adalah kata bahasa Indonesia tidak bisa diakhiri dengan konsonan /g/, sehingga ejaannya adalah ojek. Itu juga bukan berarti orang yang mengira-ngira ojek berasal dari kata object salah. Apa pun sejarah terbentuknya kata ini, kamus sudah merekamnya dengan ejaan o-j-e-k.

Pengertian ojek juga terus berkembang. Saat ini ojek memiliki makna jasa antar, sehingga penggunaannya bukan hanya untuk sepeda motor atau sepeda ontel melainkan juga untuk ojek payung, bahkan mungkin ada juga ojek gendong.

Jadi, kita mau naik ojek atau ojeg. Tentu saja ojek, itu ejaan yang benar menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia. Salam.

Baca juga:

Silakan, Mau Naik Ojek atau Ojeg
Tagged on:                         

8 thoughts on “Silakan, Mau Naik Ojek atau Ojeg

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.