Ukuran atawa size memang selalu mengundang perdebatan dalam berbagai hal. Begitu juga dalam hal menulis. Pertanyaan yang sering muncul adalah seberapa panjang kalimat yang mudah di mengerti oleh pembaca?

Kalau pertanyaan ini ditujukan ke coach menulis, kemungkinan besar jawabannya adalah jangan menulis kalimat yang terlalu panjang. Buatlah kalimat yang pendek. La, ini malah menimbulkan pertanyaan baru. Kalimat yang pendek itu terdiri dari berapa kata?

Sebenarnya tidak ada aturan baku perihal dalam satu kalimat harus terdiri dari beberapa kata. Kendati begitu, situs wordcounter.net menyebutkan bahwa rata-rata panjang kalimat antara 15—20 kata. Ya, boleh saja. Tapi, yang perlu saya jelaskan adalah mengapa orang menulis dengan kalimat panjang.

  • Ingin semua idenya masuk dalam satu kalimat. Padahal, kita dianjurkan untuk membuat satu ide dalam satu kalimat.
  • Ingin menerangkan sejelas-jelasnya. Penulis beranggapan orang tidak akan paham bila tidak lengkap.
  • Terlalu banyak kata yang tidak perlu.

Kalimat panjang sejatinya akan membuat orang lebih sulit memahami maksud atau ide kalimat tersebut. Kita lihat contoh berikut:

  • Sebelum menulis kita harus menyiapkan ide yang akan ditulis dan menyenangkan bagi pembaca tulisan itu, karena tulisan yang berhasil adalah tulisan yang membuat perubahan pada pembacanya.

Dalam kalimat di atas ada tiga ide: menyiapkan ide, menyenangkan pembaca, membuat perubahan. Penulis ingin menjejalkan tiga ide itu dalam kalimat. Tentu akan lebih muah dipahami bila diubah sebagai berikut:

  • Sebelum menulis kita harus menyiapkan ide yang akan ditulis. Tentu saja ide tersebut harus bermanfaat dan menyenangkan bagi pembaca. Ingat, tulisan yang berhasil adalah tulisan yang membuat perubahan pada pembacanya.

Kemudian Kalimat yang lebai alias berusaha menjelaskan yang sudah jelas. Ini jelas perbuatan yang sia-sia, malah membuat kalimat kita terlihat panjang dan membosankan. Kita lihat contoh berikut:

  • Selanjutnya Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 memberikan acuan dalam melakukan diagnosis dan bagaimana tata laksananya serta memberikan pelayanan PAK yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan mengacu kepada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016.

Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016 tersebut ada 7 langkah untuk menentukan seorang tenaga kerja terkena PAK dan menetapkan kategori serta jenis PAK nya yang dideritanya meliputi ;

Kalimat tersebut terlalu panjang, karena ada beberapa pengulangan yang tidak perlu. Selain itu, runtun kalimatnya pun perlu diperbaiki. Agaknya, penulis terlalu terpaku pada urutan dalam surat keputusan atau peraturan.

Dua kalimat di atas ini memang bermasalah. Kalimat pertama terlalu panjang dan kurang jelas, agak sulit dipahami. Lalu ada pengulangan pada Berdasarkan Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016. Mungkin khawatir pembaca bingung kalau hanya disebut peraturan saja. Kita buktikan nanti.

Lalu, kalimat pada paragraf kedua sebenarnya bisa digabung ke atas. Hasilnya sebagai berikut:

  • Selanjutnya, guna menjamin pelayanan PAK yang berkualitas dan dapat dipertanggungjawabkan harus mengacu pada Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor 56 Tahun 2016. Berdasarkan peraturan tersebut, ada 7 langkah untuk menentukan seorang tenaga kerja terkena PAK dan menetapkan kategori serta jenis PAK yang dideritanya:

Mudah dicerna atau dipahami yang mana. O ya, PAK itu singkatan dari penyakit akibat kerja.

Persoalan selanjutnya adalah kalimat yang terlalu banyak memakai kata yang tidak perlu. Misalnya:

  • Dalam rangka pencegahan penularan virus korona yang mana amat berbahaya, pemerintah meminta masyarakat melakukan aktivitas hanya di rumah saja.

Pada contoh di atas tentu kita dapat menduga kata apa saja yang mesti dikurangi agar kalimat tersebut mudah dipahami. Ya, betul dalam rangka dan yang mana harus dihilangkan. Frasa melakukan aktivitas cukup ditulis dengan beraktivitas. Lalu kata hanya dan saja cukup dipilih salah satu, kedua kata ini bersinonim. Perbaikannya sebagai berikut:

  • Untuk pencegahan penularan virus korona yang amat berbahaya, pemerintah meminta masyarakat beraktivitas di rumah saja.

Itu beberapa contoh mengapa orang cenderung membuat kalimat panjang. Kalimat panjang akan membuat pembaca harus berkali-kali membaca kalimat tersebut untuk memahami isinya. Dalam membuat kalimat: Size does matter. Salam.

Baca juga:

Size Does’nt Matter bila Kita Cuwek soal Pemahaman Kalimat
Tagged on:                             
Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.