Pexels dari Pixabay

Ketika tampil membawakan joke di depan anak-anak, jangan kaget kalau mereka tidak tertawa. Analisis dulu tepat tidak joke kita dengan anak-anak seusia mereka.

Kelucuan sebuah joke juga amat tergantung pada jenis kelamin audiens kita. Perempuan biasanya kurang merespon joke-joke yang bersifat porno, tapi lelaki amat senang dengan joke-joke sejenis itu. Jadi, jika kita menyajikan joke porno sementara audiens kita kebanyakan perempuan akan amat sia-sia. Mungkin mereka malah akan pergi meninggalkan kita di panggung.

Melawak di depan ibu-ibu majelis taklim tentu akan berbeda dengan melawak di depan ibu-ibu perkantoran atau ibu-ibu gaul. Selain itu, usia juga mempengaruhi penyerapan joke audiens. Pada usia remaja tentu saja joke-joke yang gampang diserap adalah joke-joke ringan yang sekali dengar langsung tahu maksudnya. Misalnya:

  • Cowok 1 : Kalau cinta gue ditolak, hancur hati gue.
  • Cowok 2 : Daripada hancur, hati lu digoreng aja.
  • Cowok 1 : Cewek gue direbut. Gue gak bisa terima.
  • Cowok 2 : Gimana lu mau terima, kan belum dikirim.

Melawak di depan anak-anak juga harus memiliki kiat khusus. Menampilkan joke-joke dengan struktur seperti joke untuk orang dewasa akan sia-sia belaka. Humor atau joke untuk anak seharusnya lebih banyak slaptis. Seperti orang ketiban nangka, terjatuh, terpeleset kulit pisang, atau mimik yang lucu, kostum yang lucu, atau intonasi atau peniruan bunyi-bunyian. Seandainya pun harus verbal, harus dibuat sangat singkat. Set-up yang pendek, begitu juga dengan punchline-nya.

Tentunya lagi, anak-anak pun harus dibagi. Anak-anak usia berapa. Untuk anak-anak usia TK dan SD di kelas awal—kelas 1 sampai 3—tentu beda dengan kelas yang lebih tinggi. Joke untuk anak SMP tentu berbeda dengan joke untuk anak SMA di kelas 11 dan 12.

Itulah, dalam membuat joke kita harus memperhatikan benar apa audiens kita. Ketepatan audiens dan joke, itu salah satu kunci sukses untuk mendulang tawa. Salam.

Baca juga:

Tawa Meledak kalau Joke dan Audiens Berjodoh
Tagged on:                     

6 thoughts on “Tawa Meledak kalau Joke dan Audiens Berjodoh

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.