Seorang penulis komedi tentu harus juga memahami bagaimana para komedian atau pelawak memproduksi kelucuannya. Dengan demikian, penulis paham benar bagaimana membuat tulisan komedi yang lucu.

Buku Sukses Melawak (Sarwoko, 2011) menampilkan beberapa teknik lawak. Ini merupakan teknik yang dipakai para komedian untuk merebut tawa. Beberapa teknik lawak itu:

Pertama, teknik potong jalan. Menurut saya, ini teknik seperti yang sering dipraktekkan pelawak kita. Ketika satu pelawak memotong pembicaraan dan menyambungkan dengan hal yang tidak ada hubungannya. Yang sering diperlihatkan pelawak kita adalah adegan membaca koran oleh pelawak yang satu yang lantas dipotong dengan kata-kata lain yang sesuai dengan aktivitas si pelawak lain.

Kedua, teknik menjerumuskan. Teknik ini sama saja dengan teknik menggiring. Yaitu menggiring lawan main untuk menjadi korban. Ini bisa kita lihat dalam Opera van Java, di mana calon korban biasanya dibikin tak berdaya dengan joke-joke dari Andre, Sule, Azis. Ataupun, gaya mereka untuk menjebak lawan mainnya agar menjadi korban dari set yang dianggapnya biasa. Misalnya, mendorong lawan mainnya untuk duduk dalam set bangku yang terbuat dari styrofoam sehingga terjatuh.

Ketiga, teknik perintah yang sukar. Yaitu memberikan perintah yang sukar sehingga lawan menjadi bingung dan bisa menjadi bahan untuk joke bagi pelawak lainnya.

Kelima, teknik bertengkar tanpa ujung pangkal. Pertengkaran yang hanya dipicu oleh hal sepele tapi kemudian melebar ke mana-mana dan tak jelas ujung-pangkalnya. Misalnya, pertengkaran karena soal perebutan lahan parkir lantas melebar ke soal fisik pemain, soal keluarganya, sampai kemacetan Jakarta.

Keenam, teknik dengan bahasa plesetan. Saya jadi teringat, pelawak Kelik yang gemar berbahasa plesetan ketika melawak. Misalnya, sekarang semua anak di Jakarta pintar-pintar karena anak-anak jadi menggemari bubur…bubur pelajaran.

Ketujuh, teknik bicara pada apa pun. Teknik ini bisa diterapkan bila kita dipanggung sendirian, maka kita bisa bicara pada patung, meja, kursi, atau ayam. Atau, ketika kita merasa tidak punya teman di panggung, dan sebagainya.

Kedelapan, teknik salah paham/salah sasaran. Teknik ini banyak digunakan oleh pelawak Bolot dengan menyalahpahami apa yang diucapkan lawan mainnya. Ataupun, tiba-tiba seorang pelawak memeluk siapa saja yang ada di situ dan menganggapnya sebagai anak. Kita toh sering menyaksikan adegan salah peluk dalam lawakan di televisi.

Sesungguhnya masih banyak teknik lawak lain yang bisakita pelajari, tapi saya kira dengan tiga belas teknik lawak ini, kita bisa menulis naskah/skrip lawak tanpa perlu merasa kesusahan untuk membuat lucu. Salam.

Baca juga:

Teknik Biar Bisa Memanen Tawa
Tagged on:                 

7 thoughts on “Teknik Biar Bisa Memanen Tawa

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.