meineresterampe dari Pixabay
Kata mubazir harus dihapus / meineresterampe dari Pixabay

Bahasa jurnalistik menyarankan kita untuk menulis dengan hemat dan cermat. Salah satunya bisa dilakukan dengan menghapus atau menghindari kata-kata mubazir. Meskipun harus dihindari, ada aturan-aturan kebahasaan yang harus dicermati.

Inilah beberapa kata mubazir itu:

Telah

Kata telah menjadi kata mubazir dan wajib dihilangkan apabila merupakan terjemahan dari waktu lampau dalam bahasa Inggris. He wrote a letter to his mother diterjemahkan menjadi Dia telah menulis surat kepada ibunya. Wrote dipadankan dengan telah menulis. Bentuk seperti itu tidak benar, karena bahasa Indonesia tidak mengenal tense atau kala. Jadi, sebaiknya:

  • Aparat telah berhasil menghalau kelompok perusuh.
  • Aparat berhasil menghalau Kelompok perusuh.

Tentunya kata telah sangat dianjurkan untuk dihilangkan apabila ada keterangan waktu dalam kalimat itu. Ini juga berlaku untuk tense lain. Misalnya:

  • Peristiwa itu terjadi ketika ekonomi sedang tidak menentu.
  • Peristiwa itu terjadi ketika ekonomi tidak menentu.

Bahasa Indonesia memang tidak mengenal perubahan bentuk kata (morfologis) dalam kata kerja. Kalau bahasa Inggris ada bentuk see-saw-seen, bahasa Indonesia tidak ada. Kendati begitu, dalam jumlah terbatas perubahan kata kerja seperti itu ada juga, yaitu pelekatan awalan ter– atau ber– pada kata kerja. Kata terjatuh menyatakan subjek sudah terjerembap, berdarah menunjukkan darah sudah keluar. Karena itu, likuidated bank dapat dipadankan dengan bank terlikuidasi.

Namun, kata telah pun tidak serta-merta dapat dihilangkan begitu saja. Harus dilihat, hilangnya kata itu dapat membingungkan pembaca atau tidak. Karena itu, sebaiknya kata telah/sudah tidak dihilangkan dari kalimat semacam di bawah ini.

  • Dia belum datang juga, padahal sudah tiga kali dikirimi surat.
  • Pahitnya hidup di balik jeruji besi sudah dirasakan para preman itu.

Oleh

Kata oleh yang dianggap kata mubazir apabila terletak langsung di belakang predikat. Dan, umumnya terdapat dalam kalimat pasif. Misalnya:

  • Jangan sampai kebijakan baru itu dimanfaatkan oleh segelintir orang.
  • Jangan sampai kebijakan baru itu dimanfaatkan segelintir orang.
  • Banyak pejabat yang terimbas oleh kelakuannya sendiri.
  • Banyak pejabat yang terimbas kelakuannya sendiri.

Di samping itu, kata oleh yang terdapat dalam kata/kelompok kata hubung antarkalimat juga boleh dihilangkan. Oleh karena itu menjadi karena itu atau oleh sebab itu menjadi sebab itu.

Tetapi, ada kecenderungan kata oleh tidak dapat dihilangkan: (i) bila antara predikat dan keterangan disisipi keterangan lain; (ii) bila predikat merupakan kata sifat atau kata yang menunjukkan keadaan; (iii) bila oleh bermakna sebab atau karena; (iv) jika susun kalimat terbalik, sehingga oleh berada di awal kalimat. Misalnya:

  • Pria lugu itu dibunuh, setelah tersungkur mabuk, oleh gadis S.
  • Riuh rendah itu tak terdengar oleh kami.
  • Hati rakyat Aceh terluka oleh tingkah polah aparat selama DOM.
  • Oleh teman saya, kami semua disuguhi VCD porno.

Yang

Kata yang dapat dihilangkan jika frasa atau kata sesudah yang menunjukkan identitas kata di depannya. Atau, jika kata itu dalam konstruksi: kata benda + yang + kata sifat atau kata yang menunjukkan keadaan. Misalnya:

  • Gadis yang manis itu membunuh ibu kandungnya.
  • Gadis manis itu membunuh ibu kandungnya.
  • Tak seorang pun berani menembus barikade lelaki yang berbadan tegap itu.
  • Tak seorang pun berani menembus barikade lelaki berbadan tegap itu.

Tetapi, yang paling penting dari semua itu adalah soal keberterimaan. Jika ada kata yang dihilangkan kalimat menjadi tidak jelas, lebih baik tidak usah dihilangkan.

Begitulah pemakaian kata yang dianggap mubazir dalam bahasa Indonesia, terutama bahasa jurnalistik. Semoga kita selalu cermat memakainya. Salam.

Artikel ini adalah bagian kedua dari pembahasan kata mubazir. Bagian pertama membahas penggunaan kata bahwa, adalah, dari. Bagian tiga membahas kata tahun, bulan, tanggal. Semoga tulisan ini bisa bermanfaat.

Baca juga:

Telah dan Dua Rekannya itu Mubazir
Tagged on:                     

7 thoughts on “Telah dan Dua Rekannya itu Mubazir

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.