Silaturahmi atau silaturahim / Flickr

Pagi tadi (24/5) umat Islam menjalankan shalat Idul Fitri. Memang, Idul Fitri, yang biasa juga disebut Lebaran, kali ini tidak seperti tahun sebelumnya. Pandemi korona telah memaksa sebagian besar wilayah tidak bisa menjalankan shalat Idul Fitri secara berjemaah.

Beruntung saya berada di wilayah zona hijau sehingga masih bisa mengerjakan shalat Idul Fitri berjemaah di mesjid dengan protokol kesehatan yang ketat. Biasanya seusai shalat kami saling bersalaman bermaaf-maafan, kali ini tidak bisa dilakukan. Kami hanya saling menyatukan tangan di dada masing-masing. Setelah itu kami bersilaturahmi bersama handai tolan.

Eit, ada yang tidak setuju dengan kata silaturahmi, katanya yang benar adalah silaturahim. Alasannya silaturahmi tidak ada dalam kosa kata Arab. Ya, untuk alasan yang satu ini saya setuju. Namun, silaturahmi sebenarnya juga merupakan serapan dari bahasa Arab. Kok, bisa.

Asep Juanda di artikelnya di harian Pikiran Rakyat (2010) mengatakan, kata (ar)rahmu apabila digabungkan menjadi frasa dengan kata shilatu(un) akan membentuk kata shilaturrohmi. Itulah yang diserap menjadi silaturahmi dalam bahasa Indonesia. Adapun silaturahim merupakan serapan utuh dari kata silaturahim.

Pengertian silaturahim sendiri adalah jalinan antara orang yang lahir satu rahim atau satu keluarga saja. Adapun kata silaturahmi, menurut KBBI V daring, bermakna tali persahabatan yang tidak terbatas pada keluarga. Namun, kita bisa juga bilang, yang dimaksud satu rahim dalam silaturahim bisa seluruh umat manusia yang terlahir dari rahim Siti Hawa.

Yang namanya bahasa bisa mengalami penyempitan makna dan perluasan makna. Silaturahmi telah mengalami perluasan makna, silaturahim tentu saja mengalami hal yang sama di Indonesia. Artinya, kedua kata ini memiliki makna yang serupa, jadi tidak perlu dipertentangkan. Kedua bentuknya merupakan bentuk bersaing.

Jika masyarakat lebih menyukai silaturahim dibandingkan dengan silaturahim, karena mungkin lebih terasa aroma Arabnya, kamus akan merekamnya. Tapi, bila silaturahmi yang lebih disukai orang, karena datang lebih dahulu dalam kosa kata Indonesia, itulah kehendak masyarakat pemakai bahasa. Salam.

Baca juga:

Tidak Ada yang Salah dengan Silaturahim dan Silaturahmi
Tagged on:                 

4 thoughts on “Tidak Ada yang Salah dengan Silaturahim dan Silaturahmi

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.