Yang juga turut membuat joke tidak lucu adalah timing atau tempo. Sebenarnya, kelucuan terbangun karena kita tidak memberi peluang atau kesempatan orang untuk memikirkan hal lain. Karena itu, setiap umpan harus disambut. Atau, dalam bahasa lawak, tiktok—runtut dalam menyampaikan joke—sangat berperan dalam menyampaikan joke. Pembuatan joke juga harus memperhatikan masalah tiktok ini. Penekanan atas keambiguitasan—bisa kata, bisa kondisi—harus benar-benar diperhitungkan. Dengan begitu, ketika joke dilontarkan bisa tepat sasaran.

Dari pengalaman saya di Ngelenong Nyok Trans TV dulu, joke-joke yang dibikin penulis yang sejatinya lucu, sering menjadi garing karena pemain menambahi dengan kata lain yang tidak mendukung joke itu. Akibatnya, punchline yang dilontarkan kurang tenaga dan terasa hambar atau garing. Padahal, kelucuan dalam variety comedy itu sangat bergantung pada naskah. Karena itu, dalam komedi situasi yang digarap oleh sutradara yang sangat memahami konsep komedi situasi sangat mengharamkan improvisasi. Pemain harus taat pada skenario.

Dalam melawak, struktur joke harus diperhatikan. Improvisasi jangan sampai mementahkan joke yang akan dibuat sehingga struktur set-up dan punchline-nya tidak nyambung atau terlambat menyampaikan punchline ke urat tawa penonton atau pemirsa. Bila kita terlambat menyampaikan, efek kejut dari punchline yang cenderung nyeleneh menjadi hilang. Akibatnya, joke kita jadi sia-sia. Kita lihat contoh berikut.

(1) Pelawak 1 :Punya anak demennya ngelamun. Gue enggak abis pikir?
Pelawak 2: Babe emang enggak abis mikir, tapi abis makan.

(2) Pelajar 1 : Apa alasan Belanda masuk ke Indonesia?
Pelajar 2: Alasannya sederhana, daripada masuk angin mendingan masuk ke Indonesia.

(3) Pelawak 1 : Anak-anak pasti takut ngliat muka gue. Katanya tampang gue angker.
Pelawak 2: Bisa untuk uji nyali tuh. Banyak setannya.

Para pemain atau pelawak ketika di panggung terkadang merusak sendiri joke yang sudah lucu itu. Biasanya dengan menambahi atau berimprovisasi pada wilayah yang tak seharusnya.

(1a) Pelawak 1 : Gue enggak abis pikir, kenapa gue punya anak kayak lu? Yang demennya cuman ngelamun.
Pelawak 2: Babe emang enggak abis mikir, tapi abis makan.

(1b) Pelawak 1 : Gue enggak abis pikir, kok, Tingkah lu bisa kayak monyet begitu.
Pelawak 2 : Babe gimana sih, kayak monyet salah. Kan babe yang nyaranin. Lagian babe emang enggak abis mikir, tapi abis makan.

Pada joke (1a) dan (1b) menunjukkan pertautan yang terlalu jauh antara set-up “gue enggak abis pikir” dengan punchline “babe emang enggak abis mikir, tapi abis makan”. Sebuah set-up hendaknya tidak terlalu jauh atau berjarak waktu dengan punchline-nya. Artinya, jika ingin berimprovisasi, tuntaskan dulu satu joke lalu baru susul dengan joke atau komentar atau improvisasi berikutnya. Sayang, kalau joke yang kita buat tidak membuat penampilan kita tidak lebih baik. Misalnya:

(2a) Pelajar 1 : Apa alasan Belanda masuk ke Indonesia?
Pelajar 2 : Alasannya sederhana, daripada masuk angin mendingan masuk ke Indonesia.
Pelajar 1 : Tapi kemaren si Bedu milih masuk angin.
Pelajar 2 : Jelas saja, kalau enggak masuk angin, dia masuk neraka.

(3a) Pelawak 1 : Anak-anak pasti takut ngliat tampang gue. Katanya tampang gue angker.
Pelawak 2: Bisa untuk uji nyali tuh. Banyak setannya .
Pelawak 1: Iyalah. Makanya genderuwo juga pada seneng deket-dekat gue.
Pelawak 2: Ah, sialan. Genderuwonya gue dong.

Kalau pelawak tergoda untuk mengintervensi set-up sebelum punchline, joke itu akan terasa hambar. Tapi, yang pasti, joke mulai dari set-up sampai punchline memang selalu menggoda untuk diintervensi atau ditimpali. Kenapa? Karena, seperti saya dituliskan di awal, karena joke memang bersifat terbuka untuk diintervensi karena joke memang ambiguitas. Tapi, kalau mau mengintervensi, akibatnya rasakan sendiri. Salam.

Baca juga:

Timing dan Tiktok Juga Bisa Bikin Joke Lucu
Tagged on:                                 

5 thoughts on “Timing dan Tiktok Juga Bisa Bikin Joke Lucu

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.
Powered by