Warren Buffett piawai merangkai kata sehingga orang yang membaca tulisannya mudah mengerti. Buku apa saja yang sudah ditulis mahaguru investor?

Tidak satu pun. Ya, Warren belum pernah menulis satu buku pun. Namun buku yang membahas dirinya banyak, di antaranya The Warren Buffett Way oleh Robert G. Hagstrom, The Essays of Warren Buffett: Lessons For Corporate America ditulis Lawrence Cunningham, The Warren Buffett CEO oleh Robert P. Miles, dan Dear Mr. Buffett: What an Investor Learns 1,269 Miles from Wall Street oleh Janet Tavakoli.

Kendati begitu, kenapa ya, Warren Buffett bisa piawai memperlakukan kata. Tidak usah heran. Itu karena investor paling masyhur di dunia ini adalah maniak membaca buku. Dia menghabiskan 80% waktunya dalam sehari untuk membaca. Bisa dibayangkan berapa banyak buku yang dibacanya dalam setahun. Seperti acap didengungkan oleh banyak penulis dan coach menulis bahwa penulis adalah pembaca buku yang baik.

Dengan membaca buku banyak orang Buffett menjadi tahu bagaimana membuat kalimat yang menarik, bagaimana cara menyampaikan pikirannya dengan elegan. Itulah yang dimiliki oleh orang terkaya ke-4 di dunia tersebut.

Seperti berbicara

Warren Buffett mulai menulis surat tahunan kepada pemegang saham Berkshire Hathaway yang sangat populer pada 1970. Suratnya terkesan begitu akrab dan mudah dimengerti. Itu karena dia berusaha membuat personalisasi gaya tuturannya dan menggunakan kata sehari-hari yang sederhana.

Tahu tidak rahasia Warren Buffett bisa seperti itu? Ya, betul adiknya, Doris dan Bertie. Kepada CNBC, Buffett pernah bilang, “Berkshire adalah investasi mereka yang cukup besar. Meskipun mereka cerdas, mereka tidak aktif dalam bisnis, jadi mereka tidak membacanya setiap hari. Saya berpura-pura bahwa mereka telah pergi selama satu tahun dan saya melaporkan kepada mereka tentang investasinya.”

Ketika menulis surat itu Warren Buffett mengimajinasikan berbicara dengan kedua adiknya itu. Hasilnya, suratnya terdengar seperti berbicara sehingga begitu enak dibaca. Karena menggunakan kata sehari-hari, tingkat keterbacaan surat tahunannya juga tinggi.

Nah, satu lagi rahasia menulis terkuak. Boleh ditiru soal cara dia membuat tulisannya agar enak dibaca. Tapi, jangan lupa, tiru juga cara dia menghabiskan waktunya dengan membaca. Salam.

Baca juga:

Warren Buffett Pernah Menulis Buku?
Tagged on:                     
Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.