Memangnya cuma Satria Baja Hitam saja yang bisa berubah. Imbuhan dalam bahasa Indonesia pun bisa berubah. Silakan simak.

Sebuah imbuhan, terutama awalan, akan berubah bunyi tergantung pada lingkungan yang dimasukinya, misalnya me- berubah menjadi meng-. Pada hakikatnya perubahan itu terjadi karena sistem produksi bunyi kita mengolahnya untuk menghasilkan bunyi yang paling mudah. Seperti me- menjadi meng- tadi. Itu terjadi karena me- bertemu bunyi /a/, misalnya pada kata apa, sehingga menghasilkan bunyi sengau. Alhasil, pelafalan yang paling mudah, ya, mengapa. Bayangkan kalau itu kita lafalkan me-apa.

Bahasa Indonesia memiliki kaidah morfofonemik atau perubahan bunyi sebagai berikut:

  • me- menjadi meng- bila bertemu bunyi /a/, /i/, /u/, /e/, /o/, /k/, /g/, /h/, atau /x/ = kh. Misalnya: mengambil, mengintip, mengundang, mengoper, menguras, menggaris, menghapus, mengkhususkan.
  • me- menjadi me- bila bertemu bunyi /l/, /m/, /n/, /n/ = ny, /*/ = ng, /r/, /y/, /w/. Misalnya: melukis, meminum, menenun, menyatakan, menganga, merugi, meyakinkan, mewarisi.
  • me- menjadi men- bila bertemu bunyi /d/ atau /t/. Misalnya: menduga, menari.
  • me- menjadi mem- bila bertemu bunyi /b/, /p/, atau /f/. Misalnya: membaca, memahat, memfitnah, mempunyai.
  • me- menjadi meny- bila bertemu bunyi /s/. Misalnya: menyukseskan, menyatukan.
  • me- menjadi menge- bila bertemu dengan kata yang bersuku satu. Misalnya: mengecap, mengebom, mengetik.

Bagaimana dengan bentuk lain seperti pe-? Perubahan bunyinya hampir sama seperti pada awalan me-. Singkatnya, semua bentuk yang bertalian dengan me- memiliki perubahan bentuk yang sama. Jika me- menjadi mem- ketika bertemu bunyi /b/, /p/, atau /f, misalnya, begitu pun dengan pe- yang akan menjadi pem-. Contohnya, pembaca, pemahat, pemfitnah.

Adapun pada bentuk lainnya hanya memiliki perubahan bentuk yang terbatas. Seperti pada ber- menjadi bel ketika bertemu kata ajar, ketika bertemu kata aliansi, tetap menjadi ber-, beraliansi.

Demikian kaidah perubahan bunyi alias morfonemik dalam bahasa Indonesia. Semoga ini bermanfaat untuk Anda yang berprofesi sebagai penulis. Salam.

Baca juga:

Yuk, Berubah, Malu dong Imbuhan Saja Bisa Berubah
Tagged on:                 

6 thoughts on “Yuk, Berubah, Malu dong Imbuhan Saja Bisa Berubah

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.