Dalam menulis kita tidak bisa menghindari akronim, singkatan, dan kependekan. Artinya, kita harus menghadapi ketiganya dengan gagah berani. Ah, seperti menghadapi apa. Bisa saja nih.

Ada beberapa alasan yang membuat tiga sekawan ini menjadi penting dalam penulisan. Pertama, penggunaan akronim dan kawan-kawannya ini bisa menghemat ruang. Kedua, tulisan menjadi ringkas dan lebih luwes karena tak perlu menyebut kata yang panjang berkali-kali dalam tubuh tulisan.

Meskipun sama-sama membuat singkat, nyata benar perbedaan di antara ketiganya. Yang tentunya juga meminta perlakuan yang berbeda. Cara membikinnya juga berbeda. Ini yang penting buat penulis.

Singkatan. Inilah istilah paling populer, dan nyaris menjadi nama generik untuk semua yang ditulis lebih pendek dari singkatan. Karena itu, kita acap mendengar ungkapan “Kontras itu singkatan dari apa” atau “apa kepanjangannya singkatan kondo”. Padahal, senyata-nyatanya Kontras dan kondo itu bukan singkatan.

Singkatan itu bentuk yang lebih ringkas dari istilah atau kelompok kata dengan mengambil huruf awalnya. Misalnya:

BANI : Badan Arbitrase Nasional Indonesia
ABS : asal bapak senang
ABG : anak baru gede

Jelaslah bahwa Kontras dan kondo bukanlah singkatan. Kontras itu akronim dan kondo itu kependekan.

Akronim. Bentuk ringkas yang berupa gabungan suku kata atau bagian lain dari suatu istilah atau kelompok kata yang ditulis dan dilafalkan sebagai kata yang wajar. Karena penekanannya pada pelafalan, pembuatan akronim sangat mempertimbangkan bunyi yang enak terdengar (eufoni). Misalnya:

satpam : satuan pengaman
hansip : pertahanan sipil
tilang : bukti pelanggaran
sidak : inspeksi mendadak

Akronim tidak perlu menggunakan huruf kapital pada huruf pertama jika bukan merupakan nama lembaga, instansi, dan sejenisnya. Seperti pada satpam, hansip, dan tilang di atas. Dalam perkembangannya akronim terkadang diperlakukan sebagai kata. Misalnya tilang dan sidak. Kedua kata ini oleh pengguna bahasa sudah dipakai sebagai kata, bahkan sebagain besar mungkin tidak emengetahui bahwa itu sebuah akronim. Karena itu, kita acap mendengar “aduh, saya ditilang polisi” atau “hati-hati, kantor akan disidak”. Akronim itu menjadi kata kerja ya.

Akronim di atas lebih beraturan, ada akronim yang sangat tidak beraturan yang lebih mementingkan bunyi yang enak. Karena itu, kalau mau dilacak, kata-kata dari istilah yang diakronimkan kurang tertampung semua. Misalnya:

Kontras : Komite untuk Orang Hilang dan Antikekerasan Gempita : Gerakan Masyarakat Peduli Harta Negara

Kependekan. Pengambilan sebagian suku kata dari suatu kata untuk menyatakan maksud yang sama. Misalnya:

info : informasi
resto : restoran
faks : faksimili
maksi : maksimal
kondo : kondominium
trims : terima kasih
sas-sus : desas-desus
nego : negosiasi
muna : munafik

Seperti akronim ada kecenderungan kependekan dipakai sebagai kata penuh sehingga tidak perlu diberi penjelasan lagi perihal kependekan tersebut. Namun, umumnya digunakan pada bahasa percakapan atau media populer.

Lalu apa benar tiga sekawan tersebut bisa mempersingkat tulisan kita. Tengoklah:

Komite untuk Orang Hilang dan Antikekerasaan hingga kini masih untuk menuntut pemerintah untuk membuka kasus terbunuh Munir, Ketua Komite untuk Orang Hilang dan Antikekerasaan, kepada masyarakat. Namun, tampaknya keinginan itu akan membentuk tembok. Namun, desas-desus yang terdengar di masyarakat penghilangan Munir melibatkan penguasa negeri ini. Informasi yang saya dengar seperti itu.

Berikut dibuat versi ringkasnya:

Komite untuk Orang Hilang dan Antikekerasaan (Kontras) hingga kini masih untuk menuntut pemerintah untuk membuka kasus terbunuh Munir, Ketua Kontras, kepada masyarakat. Namun, tampaknya keinginan itu akan membentuk tembok. Namun, sas-sus yang terdengar di masyarakat, penghilangan Munir melibatkan penguasa negeri ini. Info yang saya dengar seperti itu.

Dengan menggunakan kemampuan tiga sekawan itu, kita bisa menghemat 5 kata (dari 51 kata menjadi 47 kata setelah menggunakan tiga sekawan itu). Selain itu, tulisan kita lebih lancar karena pembaca tidak perlu berpanjang-panjang dalam membaca nama sebuah lembaga (Kontras).

Demikian obrolan kita kali ini. Bijaklah dalam berbahasa karena itu akan membuat tulisan kita mudah dipahami. Salam.

Baca juga:

Yuk, Ngobrolin Singkatan, Akronim, dan Kependekan
Tagged on:                         

6 thoughts on “Yuk, Ngobrolin Singkatan, Akronim, dan Kependekan

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Open chat
Hello, selamat datang ..!
Silakan konsultasi dengan saya.